Showing posts with label Virtualisasi. Show all posts
Showing posts with label Virtualisasi. Show all posts

Wednesday, February 6, 2013

Tutorial Instalasi Openfiler Unified Storage

Openfiler adalah salah satu distro GNU/Linux yang khusus dibuat untuk urusan storage. Hadir dengan frontend berbasis web yang akan mempermudah penggunaannya. Berbagai fitur storage ditanamkan ke distro Openfiler. Beberapa di antaranya adalah CIFS, NFS, iSCSI, fibre channel, dll. Distro ini akan sangat membantu dalam urusan pengaturan storage di lingkungan virtualisasi seperti Xen dan KVM. Distro yang dikembangkan dengan basis CentOS ini juga datang dengan installer berbasis GUI yang sangat mudah digunakan.

Berikut ini adalah step by step instalasi Openfiler:
  1. Download installer Openfiler dari situs resminya.
  2. Atur boot priority di BIOS ke CD-ROM, lalu boot PC dengan CD installer Openfiler.
  3. Di menu boot tekan Enter untuk melanjutkan.
  4. Pilih skip di tampilan konfirmasi untuk memeriksa CD instalasi.
  5. Klik Next untuk melanjutkan.
  6. Pilih konfigurasi keyboard untuk Indonesia kebanyakan menggunakan U.S. English. Lanjutkan dengan klik Next.
  7. Ada dua pilihan untuk membuat partisi, otomatis atau manual. Pilihan otomatis akan menyerahkan sepenuhnya pada installer Openfiler. Pilihan manual akan meberikan kita kebebasan membuat partisi. Klik Next untuk melanjutkan.
  8. Openfiler membutuhkan minimal tiga partisi untuk /boot, /, dan swap. Buatlah tiga partisi di harddisk server dan kaitkan masing-masing dengan partisi di atas. Klik Next untuk melanjutkan.
  9. Jika RAM di server yang dipasang Openfiler tidak banyak, installer akan meminta persetujuan untuk mengaktifkan swap saat itu juga. Pilih Yes untuk menyetujui.
  10. Berikutnya adalah konfigurasi jaringan untuk server Openfiler. Secara default Openfiler menggunakan konfigurasi DHCP. Untuk mengubahnya pilih ethernet yang digunakan lalu klik Edit.
  11. Nonaktifkan pilihan DHCP pada jendela yang muncul. Kemudian isikan alamat IP untuk ethernet terpilih. Klik OK untuk kembali ke layar di langkah 10. Klik Next untuk melanjutkan.
  12. Pilih zona waktu yang sesuai dengan lokasi server. Klik Next untuk melanjutkan.
  13. Masukkan password untuk user root. Password ini nantinya akan digunakan untuk administrasi sistem. Klik Next untuk melanjutkan.
  14. Konfirmasi untuk melanjutkan instalasi dengan klik tombol Next.
  15. Instalasi akan berlangsung selama beberapa waktu.
  16. Reboot server di akhir instalasi untuk masuk ke sistem Openfiler yang baru dipasang.
Setelah instalasi selesai, kita dapat melanjutkan administrasi dengan login langsung menggunakan user root dan password yang kita tetapkan pada proses instalasi.
Antarmuka web untuk administrasi dapat diakses menggunakan URL https://10.10.10.253:446/ tentu saja dengan menyesuaikan alamat IP yang digunakan untuk server Openfiler.

Sunday, April 15, 2012

Tutorial VirtualBox: Cara Mudah Import Appliance

VirtualBox appliance itu sederhananya adalah suatu template untuk sistem operasi berbasis virtual machine. Appliance itu bisa disediakan oleh pihak lain atau kita buat sendiri. VirtualBox appliance akan menyederhanakan dan mempercepat proses deployment suatu sistem operasi lengkap dengan layanannya. Kita bisa mengunduh salah satu appliance yang banyak tersedia di internet dan mengimpornya di VirtualBox. Setelah membahas cara mudah membuat appliance di artikel sebelumnya, di artikel kali ini saya akan menunjukkan bagaimana caranya mengimpor appliance tersebut ke VirtualBox.

Di jendela utama VirtualBox, klik menu 'File' lalu pilih 'Import Appliance'. Atau tekan kombinasi tombol Ctrl+I pada papan ketik.
Aksi di atas akan membawa kita pada wizard import appliance. Pilih berkas appliance dengan klik tombol 'Choose'.
Berkas appliance yand didukung oleh VirtualBox memiliki ekstensi OVA atau OVF.
Wizard akan menampilkan informasi tentang appliance. Klik 'Import' untuk mulai instalasi appliance.
Setujui lisensi appliance dengan klik tombol 'Agree'.
Proses import VirtualBox appliance sudah selesai.

Friday, April 6, 2012

Menambahkan Hard Disk Baru di Virtual Machine VirtualBox

Ada kalanya hard disk yang kita tambahkan ke virtual machine di VirtualBox akan habis dan tidak mencukupi lagi. Ketika masa itu tiba, itu artinya kita harus menambahkan hard disk lain ke virtual machine tersebut. Sayangnya VirtualBox belum mendukung hot swap. Virtual machine harus terlebih dahulu dimatikan (shutdown), barulah kita dapat menambahkan hard disk. VirtualBox juga belum punya kemampuan untuk menambahkan ruang baru (extend) hard disk yang sudah ada. Itu artinya kita harus benar-benar menambahkan hard disk baru, lalu mempartisi dan mengaitkannya (mount) pada salah satu direktori di sistem operasi Linux yang digunakan.

Sebelum menambahkan hard disk baru, pastikan dulu virtual machine sudah dimatikan. Kemudian dari jendela VirtualBox Manager, klik menu Machine->Settings... atau klik ikon Setting di toolbar. Pilih Storage di panel kiri jendela pengaturan.
Kita mempunyai beberapa pilihan untuk menambahkan hard disk baru. Pilihan pertama menambahkan hard disk pada controller yang sudah ada. Atau menambahkan controller baru, lalu menambahkan hard disk baru. Untuk pilihan kedua, klik tombol dengan ikon kotak dengan tanda plus di bagian bawah.
Pilih salah satu controller yang tersedia, SCSI atau SAS. Di layar Storage akan muncul tambahan controller baru sesuai dengan pilihan kita tadi.
Pilih controller baru tersebut, lalu klik tombol dengan ikon piringan hard disk dan tanda plus untuk menambahkan hard disk baru.
Klik Create New untuk membuka wizard pembuatan hard disk virtual baru. Di layar pertama wizard, tentukan jenis virtual hard disk yang akan digunakan. Klik Next untuk melanjutkan.
Di layar berikutnya kita dapat menentukan apakah ukuran hard disk ini dinamis (bertambah sesuai dengan penggunaannya) atau tetap (fix) sesuai dengan ukuran yang kita tentukan. Pilihan dinamis lebih menghemat ruang kosong di hard disk, dan lebih disarankan untuk digunakan. Klik Next untuk melanjutkan.
Berikutnya, tentukan lokasi dan ukuran hard disk. Klik Next untuk melanjutkan.
Tinjau kembali pengaturan sebelum klik Create. Jika ada yang kurang cocok, silakan klik Back untuk mengubah pengaturan yang tidak sesuai.
Hard disk baru berhasil ditambahkan, klik OK di jendela pengaturan untuk menerapkan perubahan ini.
Hidupkan kembali virtual machine. Gunakan GParted atau fdisk untuk mempartisi hard disk baru tersebut.

Wednesday, April 4, 2012

Cara Mudah Upgrade VirtualBox di Linux

Salah satu kelebihan dan (mungkin) sekaligus menjadi kelemahan berbagai perangkat lunak open source adalah betapa seringnya rilis versi terbaru. Untung karena biasanya update seperti ini membawa perbaikan terhadap kutu (bug) di rilis sebelumnya. Seringkali perbaikan ini bersifat kritis karena berkaitan dengan masalah keamanan. Jadi titik lemah karena pengguna harus rajin mengunduh versi terbaru dan memasangnya. Ditambah lagi kebanyakan perangkat lunak ini belum menyediakan cara yang mudah untuk melakukan upgrade. Pengguna harus melakukannya sendiri secara manual. Beberapa distro Linux mengatasinya dengan menyediakan package manager. Debian menjadi salah satu yang terbaik untuk urusan ini. Namun solusi ini hanya berlaku untuk perangkat lunak yang disediakan distro bersangkutan di repo. Pengguna masih harus tetap melakukan upgrade manual jika menggunakan perangkat lunak dari third party.

VirtualBox bisa menjadi contoh bagus untuk kasus ini. Jika menggunakan VirtualBox OSE (Open Source Edition) dari repo Debian, kita cukup menjalankan:
aptitude update
aptitude upgrade
Maka versi terbaru VirtualBox akan dipasang. Sedangkan pengguna VirtualBox unduhan langsung dari Oracle harus melakukan upgrade setiap kali ada rilis versi terbaru. Untungnya Oracle sudah menyediakan VirtualBox dalam bentuk installer DEB. Sehingga para pengguna Debian GNU/Linux cukup menghapus VirtualBox versi lama, lalu memasang versi terbaru untuk melakukan upgrade VirtualBox di Linux Debian.

Hapus (uninstall) VirtualBox versi sebelumnya (4.1.8 atau 4.1.10) dengan perintah berikut.
aptitude purge virtualbox-4.1
Lalu pasang versi terbaru (4.1.12) menggunakan perintah berikut.
dpkg -i virtualbox-4.1_4.1.12-77245~Debian~wheezy_amd64.deb
Sebelumnya unduh dulu VirtualBox versi terbaru dari sini. Sesuaikan sistem operasi dan arsitektur installer yang hendak diunduh dengan distro yang kita gunakan.

Untuk memastikan VirtualBox merupakan versi terbaru, cek melalui menu Help->About VirtualBox.

Monday, March 26, 2012

Tutorial VirtualBox: Cara Mudah Membuat Virtual Appliance

VirtualBox menyediakan satu cara untuk mendistribusikan sistem operasi virtual yang sudah ter-install (preinstalled), yaitu VirtualBox appliance. Sistem operasi virtual yang sudah kita install di VirtualBox akan dikemas sedemikian rupa sebagai sebuah appliance sehingga orang lain yang hendak menggunakannya tidak perlu melakukan instalasi lagi. Appliance juga akan sangat membantu jika kita memiliki beberapa server VirtualBox yang hendak dipasangi sistem operasi yang sama. Kita cukup install di salah satu server, buat appliance, dan ekspor ke server lainnya. Semua konfigurasi dan aplikasi yang ada di sistem operasi asal akan sama persis dengan sistem operasi hasil implementasi appliance. Cara ini juga sangat praktis jika kita ingin mendistribusikan aplikasi yang kita buat lengkap dengan sistem operasinya supaya pengguna yang hendak mencobanya tidak perlu repot melakukan instalasi.

Tutorial kali ini akan membahas bagaimana membuat VirtualBox appliance dengan mudah. Caranya memang sangat mudah karena VirtualBox Manager sudah menyediakan wizard untuk melakukannya. Tapi ada satu syarat yang harus dipenuhi, kita sudah melakukan instalasi sistem operasi di VirtualBox sebelumnya. Di blog ini ada beberapa artikel yang membahas instalasi sistem operasi "free" seperti Fedora 16, ReactOS, Ubuntu, LinuxMint 12, TrixBox, dan Oracle Linux 6. Apabila syarat ini sudah terpenuhi, klik menu File di VirtualBox Manager. Pilih Export Appliance atau tekan kombinasi tombol Ctrl+E.
Aksi ini akan membawa kita pada Appliance Export Wizard. Pertama-tama, pilih sistem operasi virtual yang hendak dijadikan appliance. Dalam tutorial ini kita akan menggunakan sistem operasi ReactOS. Jika sudah, klik tombol Next untuk melanjutkan.
Pilih lokasi tempat penyimpanan VirtualBox appliance yang kita ekspor. Berkas appliance VirtualBox memiliki esktensi ova. Kita juga dapat menggunakan format lama dengan ekstensi ovf. Klik Next untuk melanjutkan.
Tambahkan informasi yang sekiranya diperlukan untuk appliance ini. Kita dapat menambahkan informasi nama, produk, alamat URL produk dan vendor-nya, lisensi, keterangan, dll. Di tahap ini tekan tombol Export untuk memulai proses penyimpanan appliance ke hard disk.
Proses pembuatan VirtualBox appliance ini membutuhkan waktu yang bergantung pada besarnya hard disk virtual di sistem operasi yang hendak diekspor. Di akhir proses kita akan mendapatkan sebuah berkas berekstensi ova di direktori yang sudah kita tentukan.
Di sistem VirtualBox tujuan kita tinggal mengimpor appliance ini dan kita akan mendapatkan sistem operasi yang lengkap dan persis tanpa perlu instalasi dari awal. Keren kan?

Sunday, March 25, 2012

Download Installer Oracle VM VirtualBox 4.1.10

Ternyata Oracle, yang kini menjadi pemegang merek dagang VirtualBox, telah merilis VirtualBox 4.1.10. Rilis ini merupakan versi terbaru dari VirtualBox sekaligus menjadi update untuk VirtualBox 4.1.8. Ada banyak sekali perbaikan yang dihadirkan dengan rilis Oracle VirtualBox 4.1.10 kali ini. Di antaranya: 1) perbaikan rendering 3D di host Linux dengan kartu grafis nVidia, 2) dukungan untuk kernel 3.3 di host Linux, 3) dukungan SSL/TLS di web service, 4) host interface kini tak lagi memiliki alamat IP dan netmask default, dll. Informasi selengkapnya tentang perubahan dan fitur baru di VirtualBox 4.1.10 dapat disimak di sini.

Para pengguna VirtualBox tentunya langsung mendapatkan notifikasi tentang rilis terbaru ini ketika menjalankan VirtualBox. Jika belum menggunakan VirtualBox rilis terbaru, kita akan mendapatkan notifikasi seperti berikut.
Kita dapat langsung klik pada link di notifikasi tersebut untuk men-download VirtualBox 4.1.10 sesuai dengan sistem operasi host yang kita gunakan.

Installer VirtualBox 4.1.10 untuk berbagai sistem operasi host dapat di-download pada link-link berikut:
Selain installer VirtualBox 4.1.10, pengguna juga dapat men-download installer untuk VirtualBox Extension Pack 4.1.10 di sini.

Instalasi VirtualBox Guest Addition di Fedora Linux

VirtualBox guest addition menyediakan integrasi yang lebih baik antara host dan guest. VirtualBox guest addition juga dapat meningkatkan performa sistem operasi guest. VirtualBox guest addition sesuai dengan namanya harus di-install di dalam sistem operasi yang dipasang sebagai virtual machine (guest). VirtualBox guest addition terdiri atas driver dan aplikasi sistem untuk meningkatkan performa dan kegunaan sistem guest. Fitur-fitur yang ditawarkan VirtualBox guest addition seperti integrasi pointer mouse, berbagi folder, dukungan video yang lebih baik, sinkronisasi waktu, login otomatis, dll.

Pengguna VirtualBox edisi open source yang biasa disertakan di repo berbagai distro Linux harus mengunduh ISO VirtualBox guest addition sebelum melakukan instalasi. Sedangkan pengguna VirtualBox yang mengunduh installer dari Oracle dapat langsung meng-install guest addition setelah menghidupkan sistem operasi guest. Caranya klik menu Devices lalu pilih Install Guest Additions.

Di desktop sistem operasi guest, dalam hal ini Fedora 16, akan muncul pilihan untuk CD-ROM virtual yang baru saja dimasukkan. Pilih salah untuk membukanya menggunakan file manager Nautilus.
ISO VirtualBox guest addition berisi installer untuk semua sistem operasi yang didukung oleh VirtualBox.
Untuk melakukan instalasi di Fedora 16, buka sebuah terminal lalu masuk sebagai root. Kemudian jalankan skrip instalasi untuk Linux.
Untuk hasil yang maksimal, pastikan kode sumber atau biasa dikenal sebagai header dari kernel yang digunakan ter-install di sistem operasi guest.

Friday, March 23, 2012

Membuat Virtual Machine Menggunakan PHPVirtualBox

Beberapa waktu lalu, kita sudah pernah membahas instalasi PHPVirtualBox di blog ini. PHPVirtualBox sangat cocok dipadukan dengan instalasi VirtualBox di server yang biasanya tidak menyertakan GUI. Walau sebenarnya kita bisa menggunakan versi command line dari VirtualBox, namun PHPVirtualBox memberikan banyak kemudahan. Tampilannya juga tidak terlalu jauh berbeda dengan VirtualBox Manager. Bisa dikatakan kalau sudah mahir menggunakan VirtualBox Manager, tidak akan ada kesulitan membiasakan diri menggunakan PHPVirtualBox. Hampir semua fungsi yang tersedia di VirtualBox Manager dapat kita temukan di PHPVirtualBox. Bahkan PHPVirtualBox memiliki keunggulan karena dapat diakses secara remote.

Salah satu fungsi dasar yang disediakan PHPVirtualBox adalah pembuatan virtual machine baru. Di artikel ini, kita akan mencoba membuat virtual machine menggunakan PHPVirtualBox. Pertama, akses PHPVirtualBox menggunakan browser web. Arahkan alamat URL di browser ke alamat IP server. Misalnya saja http://192.168.2.1/phpvirtualbox. Login dengan username dan password. Di halaman utama, klik tombol New untuk memulai pembuatan virtual machine.
Di halaman awal wizard, klik Next untuk memlanjutkan.
Ketik nama virtual machine, lalu pilih jenis sistem operasi dan versinya. Pilihan di sini harus cocok dengan sistem operasi yang akan di-install.
Tentukan besarnya kapasitas memori RAM yang akan dialokasikan untuk virtual machine. Besarnya alokasi ini sangat bergantung pada sistem operasi yang akan di-install nantinya. VirtualBox sendiri sudah menentukan nilai default untuk setiap sistem operasi. Namun kita masih dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Buat virtual hard disk baru, sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan sistem operasi. Ukuran minimal yang disarankan oleh VirtualBox sebesar 8GB. Namun kembali lagi, besarnya hard disk ini sangat bergantung pada sistem operasi yang nanti digunakan.
Pilih jenis format virtual hard disk yang akan digunakan. Beberapa pilihan yang tersedia, VDI, VMDK, VHD, dan HDD. Standar milik VirtualBox adalah VDI.
Tentukan apakah virtual hard disk tersebut akan memiliki ukuran yang dinamis atau tetap. Keuntungan menggunakan virtual hard disk dinamis yaitu VirtualBox akan mengalokasikan ruang hard disk sebanyak yang kita tentukan tetapi ukurannya sesuai dengan yang sudah digunakan. Tidak langsung dialokasikan saat itu juga.
Tentukan lokasi di mana virtual machine akan disimpan. Klik Next untuk melanjutkan.
Selesaikan pembuatan virtual machine dengan klik pada tombol Create.
Virtual machine baru kita siap dipasangi sistem operasi sesuai dengan pilihan kita. Selamat ngoprek!