Showing posts with label Desktop. Show all posts
Showing posts with label Desktop. Show all posts

Wednesday, July 18, 2012

Install Cairo Dock di Linux Mint

Cairo Dock merupakan salah satu tampilan desktop yang menarik. Fitur yang terdapat di dalamnya memberi kemudahan sekaligus memanjakan users dengan beragam fasilitas yang menarik.
Salah satu tampilan Cairo Dock (Workspace)
Cairo-Dock telah diperbarui ke versi 3.0. (versi terbaru stable version 3.0.2). Berikut adalah beberapa perubahan baru dalam rilis akhir:
  • Peningkatan Taskbar
  • Peningkatan Text Drawing
  • Applet LogOut sekarang memungkinkan Untuk Beralih Antara Pengguna
  • Di tambahkan Keyboard Shortcuts Untuk Pengaturan Dock anda
  • Tombol shorcut sekarang Bisa Dikelola dalam satu tempat (Window Konfigurasi)
  • Sebuah Applet Twitter Baru Ditambahkan yang Memungkinkan Tweeting dalam satu klik
  • Menu Suara Ubuntu Gets Terpadu Ke Dalam Applet Suara-Control
  • Dukungan GTK3 (Integrasi Lebih Baik Dalam Lingkungan Gnome Desktop)
  • Bug Fixes, dll
Untuk menginstall Cairo Dock di Linux Mint dapat dilakukan dengan salah satu dari dua cara berikut:


1. Instalasi langsung dari repository Cairo Dock
     Untuk melakukan instalasi langsung dari Cairo Dock, langkahnya:
  • Buka Terminal kemudian ketik command line:
        sudo -v
  • Ketik password root kita
  • Ketik command line:
echo "deb http://download.tuxfamily.org/glxdock/repository/ubuntu $(lsb_release -sc) cairo-dock" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list



wget -q http://download.tuxfamily.org/glxdock/repository/cairo-dock.gpg -O- | sudo apt-key add -



sudo apt-get update



sudo apt-get install cairo-dock cairo-dock-plug-ins
     

2. Instalasi melalui PPA

     Buka Terminal kemudian ketik command line:

     
sudo -v     sudo add-apt-repository ppa:cairo-dock-team/ppa     sudo apt-get update     sudo apt-get install cairo-dock cairo-dock-plug-ins



Untuk keterangan lebih detil mengenai cara install Cairo Dock silahkan kunjungi: From repository (Installation with one copy-paste)

Untuk melihat beberapa contoh preview desktop Cairo Dock dalam bentuk screenshot silahkan lihat di Cairo-Dock Screenshots

Catatan: Ketika kita menginstall Cairo Dock via PPA, kita dapat melakukannya dengan mengetik command line langsung pada baris kedua, tanpa perlu mengetik command line baris pertama (sudo -v).


Tuesday, July 17, 2012

Membuat Theme Cinnamon di Linux Mint

Sebenarnya membuat theme Cinnamon sangat mudah dan menyenangkan, berikut langkah-langkah yang diperlukan: 

1. Buat theme baru
  • Silahkan masuk ke home folder
  • Buat direktori “MyTheme”
  • Buat direktori “cinnamon” di dalam direktori “MyTheme”
  • Copy seluruh isi (content) dari /usr/share/cinnamon/theme ke Mytheme/cinnamon/
Command Line di Terminal:
1. cd
2. mkdir -p MyTheme/cinnamon
3. cp -R /usr/share/cinnamon/theme/* MyTheme/cinnamon/

2. Bersihkan file yang tidak kita butuhkan
File thumbnail-generic.png tidak diperlukan, maka kita dapat menghapusnya.
Command Line di Terminal:
1. cd
2. rm MyTheme/cinnamon/thumbnail-generic.png


3. Install  theme
Tempatkan theme yang kita buat di ~/.themes: 
Command Line di Terminal:
1. cd
2. mkdir -p .themes
3. mv MyTheme .themes/
Note: .themes merupakan “hidden folder" di direktori home, jadi kita hendaknya mengklik  “view->show hidden files” di file browser (tekan Ctrl + H). Jika direktori .themes belum ada, maka buatlah.


4. Memilih theme
Untuk memilih theme theme, buka Cinnamon Settings, klik “Themes” and pilih “MyTheme”.


5. Memodifikasi theme
Buku file browser pada .themes/Mytheme/cinnamon dan perhatikan. 
  • png images yang dapat dimodifikasi dengan Gimp
  • svg vectors yang dapat dimodifikasi dengan Inkscape (atau text editor ketika kita lebih ingin menonjolkan search/replace features)
  • css files yang dapat diedit dengan text editor (secara pribadi saya merekomendasikan Geany)
Coba modifikasi kita sebanyak mungkin. Untuk mengetahui perubahan theme setelah kita ubah kita dapat memilih theme lain kemudian memilih kembali theme kita di Cinnamon Settings, atau restart Cinnamon dengan menekan “Alt F2″ dan ketik “r”.


6. Tips dan Tricks
Beberapa hal yang hendaknya kita ketahui:
  • toggle-on-us.svg dan toggle-off-us.svg digunakan saat the locale (bahasa yang diguanakan) adalah English. Untuk bahasa lain, toggle buttons menggunakan toggle-on-intl.svg dan toggle-off-intl.svg. Ketika kita memodifikasi ini, pastikan kita juga memodfikasi versi USA dan versi international.
  • thumbnail.png adalah gambar yang digunakan Cinnamon Settings untuk menunjukkan tampilan (preview) theme. Pada saat selesai memodifikasi (membuat) theme, buatlah sebuah  screenshot dengan ukuran yang serupa, tindih (overwrite) thumbnail.png dan pastikan hal tersebuh kelihatan bagus di Cinnamon Settings.
  • overview.png dan overview-hover.png hendaknya tidak dihapus. Users dapat memutuskan apakah ingin memunculkan ikon atau tidak, jangan hilangkan pilihan ini dari theme dengan menghapusnya.
  • cinnamon.css adalah apa yang menentukan tampilan di Cinnamon. Dimulai dengan definisi sections dan themes yang juga terdapat di  Gnome Shell (untuk memudahkan para seniman untuk berbagi Shell themes yang ada ke Cinnamon) dan kemudian menggunakan menjadi styles definitions specific untuk Cinnamon.
CSS is widely used on the Web, so there’s plenty of resources for it. Don’t hesitate to Google things up to find out how to do a particular thing with CSS.
CSS suppport bagi color definitions baik Hex (typical HTML color codes) maupun RGB (yang memungkinkan kita untuk mendefinisikan transparency values). Jangan ragu untuk menggunakan Gimp untuk mengolah Hex code atas satu warna partikular yang kita lihat di layar (screen),  atau gunakan http://www.javascripter.net/faq/rgbtohex.htm dan http://www.javascripter.net/faq/hextorgb.htm untuk melakukan translasi code warna di antara keduanya (to translate color codes between the two).


7. Memasukkan (Mendaftarkan) theme
Ketika kita puas dengan tema modifikasi (buatan) kita, tambahkan (masukkan) ke the Cinnamon Spices website di http://cinnamon-spices.linuxmint.com/themes
Orang akan mendownload, menilai, dan pendapat (comment).  Jangan ragu untuk menggunakan tanggapan mereka untuk memperbaiki theme kita. Beri kode versi dan berikan deskripsi agar orang tahu apa yang diperbaiki dan mengapa mereka mesti mendownloadnya lagi.


8. Find help
Jika perlu bantuan, jangan ragu untuk melakukan chatting dengan the Cinnamon developers pada IRC at #linuxmint-dev di irc.spotchat.org


Terjemah bebas dari: How to make a Cinnamon theme


Cinnamon Themes, Applets dan Extensions PPA Repository [Ubuntu, Linux Mint, LMDE]



Brian Bentsen telah menciptakan sebuah repositori PPA agar dengan mudah menginstal tema tambahan Cinnamon, applet dan ekstensi di Ubuntu, Linux Mint dan LMDE.


PPA ini masih baru tetapi sudah menyediakan sekitar 40 paket, termasuk applet menu klasik, Gpaste, applet hardware monitor, menu olahpesan, places applet, force quit, window menu, window icon list, coverflow alt-tab serta tema-tema seperti Eleganse , holo, ICS, SD, Ambiance, Glass, Baldr dan banyak lainnya.


Berikut adalah beberapa screenshot dengan beberapa applet / ekstensi yang tersedia di repositori ini:






Linux Mint Classic Menu




Window Icon List




Messaging Menu





Cinnamon hardware monitor






Coverflow alt-tab


Dan tema (ada banyak tema lain yang tersedia dalam PPA):






Ambiance






Baldr






Eleganse


Menambahkan Cinnamon Ekstra PPA dan instalasi applet dan tema di Ubuntu, Linux Mint dan LMDE


PPA hanya tersedia untuk Ubuntu 11,10 Ocelot Oneiric, tetapi applet / themes bekerja dengan baik di Ubuntu 12,04 sehingga anda dapat menggunakannya di Ubuntu 12,04 juga, dengan mengutak-atik repositori menggunakan “oneiric” bukan “precise”. Tapi harap dicatat bahwa dengan menggunakan applet dan tema dengan versi Cinnamon tidak stabil, dapat berhenti bekerja di beberapa titik.


Menambahkan PPA di Ubuntu / Linux Mint menggunakan perintah berikut:


sudo add-apt-repository ppa:bimsebasse/cinnamonextras


Untuk Ubuntu 12,04, ganti “oneiric” dengan “precise” untuk daftar file repositori menggunakan perintah berikut.:


sudo sed -i 's/precise/oneiric/g' /etc/apt/sources.list.d/bimsebasse-cinnamonextras-precise.list


Kemudian, untuk setiap versi Ubuntu (atau Linux Mint 12), memperbarui software sources:


sudo apt-get update


Untuk menambahkan Cinnamon Ekstra repositori di Linux Mint Debian (LMDE), jalankan perintah berikut di terminal:


echo "deb http://ppa.launchpad.net/bimsebasse/cinnamonextras/ubuntu oneiric main" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/bimsebasse-cinnamonextras.list


echo "deb-src http://ppa.launchpad.net/bimsebasse/cinnamonextras/ubuntu oneiric main" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list.d/bimsebasse-cinnamonextras.list


sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys 4FA9719D


sudo apt-get update




Setelah Cinnamon Ekstra PPA repositori ditambahkan, anda dapat menggunakan Synaptic atau Linux Mint Software Manager, dll, dan mencari “Cinnamon” dalam tool-tool tersebut. Anda akan melihat semua tema yang tersedia, applet dan ekstensi yang tersedia untuk instalasi. Kemudian gunakan Pengaturan Cinnamon untuk mengaktifkan applet baru, ekstensi atau mengubah tema Cinnamon.


Copas dari: 
Cinnamon Themes, Applets dan Extensions PPA Repository [Ubuntu, Linux Mint, LMDE]

Install Cinnamon di Linux Mint 12

Instalasi Cinnamon di Linux Mint 12 sangat mudah dilakukan. Kita cukup pastikan bahwa koneksi internet kita lancar sehingga dengan mudah kita dapat melakukan instalasi Cinnamon secara online.
Contoh theme cinnamon (elegance)

Berikut ini langkah untuk melakukan instalasi Cinnamon di Linux Mint 12:

1. Buku Terminal (Ctrl + T)
2. Ketik command line:

     sudo apt-get update
     (agar cinnamon yang kita instal merupakan release terbaru)

3. Ketik command line untuk instalasi Cinnamon:

     sudo apt-get install cinnamon

4. Lakukan restart kemudian pilih cinnamon dalam pilihan yang disediakan ketika hendak login.
5. Masukkan password root, dan silahkan menikmati tampilan cinnamon

Mudah kan? Semoga bermanfaat...


Cara Menambah Themes Cinnamon di Linux Mint


Ada cara mudah yang dapat kita lakukan untuk menambah theme cinnamon di Linux Mint (Ubuntu) tanpa harus menggunakan perintah baris (command line) di Terminal. Kita cukup menggunakan copy paste dan theme cinnamon otomatis sudah akan muncul ketika kita membuka setting cinnamon.
Google+ (contoh theme cinnamon)


Langkah yang diperlukan:
  1. Download sebuah theme cinnamon dari situs (blog) yang menyediakan theme cinnamon (misal: Spices: Cinnamon)
  2. Ekstrak file theme yang kita download (biasanya merupakan file kompresi berekstensi .zip/.rar)
  3. Copy folder hasil kompresi kemudian letakkan (paste) di hidden directory .themes
  4. Silahkan buka Cinnamon settings, kemudian klik themes, maka theme yang kita tambahkan sudah terdapat di dalamnya
Contoh: Misal folder theme hasil ekstraksi bernama cloud berada di direktori Downloads, maka langkah yang dilakukan adalah:

1. Buka direktori Downloads (menu -> Places -> Downloads).
2. Klik kanan pada folder/direktori cloud lalu pilih copy
3. Klik Home, kemudian tekan Ctrl + H untuk memunculkan hidden directories.
4. Buka direktori .themes, kemudian klik kanan di dalamnya lalu pilih paste
5. Silahkan buka Cinnamon settings, kemudian klik themes, maka theme yang kita tambahkan sudah terdapat di dalamnya.
6. Silahkan ubah theme dengan mengklik theme yang diinginkan.

Mudah bukan? Selamat mencoba, semoga bermanfaat.....


Beberapa contoh theme cinnamon di Spice: Cinnamon




Tuesday, June 12, 2012

Aktivasi Compiz di Mint 13 Maya MATE

Ada beberapa langkah yang mesti kita lakukan agar Compiz bekerja:
  • Install paket compizconfig-settings-manager
         sudo apt-get install compizconfig-settings-manager
  • Di Terminal ketik compiz --replace (jika kita ingin Compiz membuka secara otomatis, buka Control Center -> Startup Applications, dan lalu tambahkan post baru Compiz yang berisi perintah compiz --replace.
CPU usage akan meningkat tajam karena ada dua windows managers yang bekerja.
Untuk menghentikan CPU usage yang tinggi di MATE ketika menjalankan Compiz, ikuti langkah-langkah berikut:
  • Buka Terminal kemudian ketik metaconf-editor 
  • Ketika editor terbuka:
         Buka /desktop/mate/session/required_component/windows manager
         Kemudian ganti  marco dengan compiz

Efeknya belum akan muncul karena kita belum 'mencentang' apapun di Compiz Configuration Settings Manager

  • Buka Compiz Configuration Settings Manager 
  • Centang compiz-functions (fungsi compiz) yang kita ingin aktifkan
  • Mungkin kita perlu Windows Decoration
  • Kita juga bis memilih Move Windows dan hal-hal lain yang bagus (menarik) menurut kita
Catatan: Jumlah windows (jendela) yang kita inginkan dapat diset di General Options -> Desktop Size


Tuesday, April 24, 2012

Hardware/CPU Benchmark di Linux Menggunakan Hardinfo

Benchmark atau bencmarking, menurut Wikipedia merupakan kegiatan menjalankan sebuah program atau perangkat lunak untuk mengukur performa suatu obyek. Obyek di sini dapat berupa CPU, harddisk, VGA, ethernet, memori, dll. Benchmark biasanya dilakukan dengan menjalankan sejumlah tes standar. Selain terhadap perangkat keras, benchmark juga dapat dilakukan untuk menguji performa perangkat lunak seperti compiler atau database management system. Di dunia free software khususnya Linux, perangkat lunak yang tersedia untuk keperluan benchmark semakin banyak. Sepertinya hal ini sangat dipengaruhi popularitas Linux di desktop yang berkembang pesat.

Instalasi Tool Benchmark
Kali ini, kita akan membahas salah satu perangkat lunak benchmarking di Linux. Saya menggunakan Debian Unstable, sedangkat perangkat lunak dimaksud adalah hardinfo. Perangkat ini sudah tersedia di repo Debian sehingga untuk instalasinya kita tinggal eksekusi perintah berikut sebagai root:
aptitude isntall hardinfo
Perangkat lunak hardinfo kemudian dapat kita jalankan dari terminal dengan mengeksekusi:
hardinfo
Atau menjalankannya dari menu System Tools->System Profiler and Benchmark jika menggunakan LXDE.

Informasi Hardware (Perangkat Keras)
Selain untuk benchmark, hardinfo juga menyediakan informasi perangkat keras yang terpasang di PC/laptop. Informasi ini dibagi ke dalam tiga bagian besar, 1) computer, 2) devices, 3) network. Masing-masing bagian menyediakan informasi yang lebih spesifik. Di bagian computer, kita bisa melihat ringkasan informasi perangkat keras seperti prosesor, memori, display, input, dll. Untuk melihat informasi lebih ditail, kita bisa klik di submenu yang tersedia.
Di bagian devices, kita bisa mendapatkan informasi lebih ditail tentang prosesor, memori, batere, dll. Informasi untuk masing-masing device disediakan di submenu yang berbeda.
Di bagian network terdapat informasi mengenai ethernet, alamat IP, tabel routing, tabel ARP, statistik, informasi DNS, dll. Klik masing-masing submenu untuk mendapatkan informasi lebih detail.
Menu benchmark sendiri ditempatkan di bagian akhir. Hardinfo menyediakan enam jenis benchmark berbeda untuk menguji kemampuan CPU. Submenu pertama 'CPU Blowfish', saat kita klik akan menampilkan skor dalam satuan detik. Semakin kecil nilainya berarti semakin baik. Hardinfo juga akan menampilkan perbandingan dengan beberapa prosesor lain.
Submenu 'CPU CryptoHash' bertugas menguji kemampuan CPU kita untuk melakukan CryptoHash. Hasilnya dalam satuan MiB/detik, semakin besar semakin baik.
Hardinfo juga melakukan pengujian CPU dalam perhitungan bilangan fibonacci. Hasilnya dalam satuan detik, semakin kecil semakin baik.
Submenu berikutnya 'CPU N-Queens', hasilnya dalam detik. Semakin kecil, semakin baik.
Dua menu benchmark terakhir menguji kemampuan CPU dalam pengolahan Floating Point Unit. Dimulai dengan 'FPU FFT' yang menghasilkan skor dalam satuan detik.
Submenu terakhir di bagian benchmark akan melakukan uji 'FPU Raytracing'. Skornya dalam satuan detik, semakin kecil semakin baik.
Kita juga dapat membuat laporan untuk semua jenis informasi perangkat keras dan hasil benchmark dengan klik menu 'Generate Report' di barisan toolbar.
Laporan yang dihasilkan oleh hardinfo berupa berkas html sehingga dapat dilihat dengan menggunakan browser apa saja.

Monday, April 16, 2012

Linux Command Line: Menampilkan Informasi Baterai dengan ACPI

Biasanya saya mengandalkan applet battery di panel Gnome atau desktop environtment lain untuk mengetahui informasi baterai laptop yang saya gunakan. Applet ini juga punya kemampuan untuk memberikan peringatan berupa notifikasi ketika baterai laptop hampir habis. Artinya kita harus segera menggunakan charger untuk mengisi ulang baterai. Lalu bagaimana kalau tiba-tiba saja applet battery ini mogok atau tidak mau beroperasi alias menghilang begitu saja dari panel? Kita bisa menggunakan command line dari terminal di sistem operasi Linux. Kita bisa menggunakan acpi, salah satu kakas (tool) command line yang seharusnya sudah tersedia di berbagai distro Linux tanpa instalasi.

Jika kita mengeksekusi perintah acpi tanpa argumentasi, hasilnya akan menampilkan informasi persentase dan lamanya waktu baterai akan bertahan.
acpi
Contoh keluarannya di terminal:
Kakas command line acpi juga menyediakan opsi untuk menampilkan suhu CPU laptop.
acpi -t
Hasilnya:
Opsi -V digunakan untuk menampilkan semua informasi tentang baterai, suhu, dan sistem pendingin laptop.
acpi -V
Hasilnya:
Opsi -i dapat kita gunakan untuk menampilkan informasi tambahan jika tersedia.
acpi -i
Beberapa opsi lain yang dimiliki kakas command line acpi tersedia di halaman manualnya.

Friday, April 13, 2012

Tutorial Instalasi Linux OpenSUSE 12.1

Selain RedHat Enterprise Linux dan distro turunannya (CentOS, Fedora, dll) ada satu lagi sistem operasi yang banyak digunakan di kalangan enterprise. Tentu saja distro dimaksud adalah SUSE Enterprise Linux dan versi komunitasnya, OpenSUSE. OpenSUSE punya satu kelebihan yang tidak dimiliki distro Linux lainnya. Distro punya YaST, kakas berbasis GUI yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan konfigurasi sistem. YaST sangat mudah digunakan dan hampir semua layanan server dicakup di dalamnya. Pengguna yang baru migrasi dari sistem operasi Windows Server akan sangat terbantu sekali dengan adanya YaST.

Di tutorial kali ini, kita akan membahas step by step instalasi OpenSUSE 12.1. Instalasi dilakukan menggunakan virtual machine di atas VirtualBox. Silakan baca artikel sebelumnya untuk panduan instalasi VirtualBox di Debian dan cara mudah membuat virtual machine. ISO image installer OpenSUSE 12.1 dapat diunduh dari situs resminya atau mirror lokal seperti Kambing. Atur komputer untuk boot menggunakan CD-ROM. Setelah itu ikuti langkah-langkah instalasi berikut:
  1. Dari menu boot loader OpenSUSE, pilih 'Installation' lalu tekan Enter.
  2. Di layar 'Welcome' pilih bahasa dan keyboard layout yang akan digunakan selama dan sesudah instalasi. Klik 'Next' untuk melanjutkan.
  3. Pilihan 'New Installation' digunakan jika kita belum pernah melakukan instalasi OpenSUSE di komputer yang sama. Jika sebaliknya, pilih 'Update an Existing System' untuk melakukan upgrade ke rilis lebih baru. Lanjutkan dengan klik 'Next'.
  4. Pilih zona waktu dengan klik pada titik di peta atau memilih dari combobox. Sesuaikan juga waktu yang tampil jika tidak sesuai. Klik 'Next'.
  5. Tentukan desktop environment yang akan digunakan. OpenSUSE menyediakan beberapa pilihan seperi Gnome, KDE, XFCE, LXDE, Minimal X Window, atau tanpa desktop sama sekali. Klik 'Next' untuk melanjutkan.
  6. Kita akan menyerahkan pembuatan partisi ke installer OpenSUSE, dengan cara ini OpenSUSE akan membuat beberapa partisi yang dibutuhkan secara otomatis. Pastikan untuk menghilangkan semua tanda centang lalu klik 'Next'.
  7. Isi informasi untuk user mulai dari nama lengkap, username, dan password. Di sini kita juga punya pilihan untuk menjadikan user ini sebagai administrator, sehingga nantinya dapat melakukan administrasi sistem menggunakan sudo. Lalu klik 'Next'.
  8. Klik 'Install' untuk mulai melakukan instalasi sistem ke hard disk. Sebelumnya pastikan dulu semua setting instalasi sudah sesuai, jika ada yang belum silakan menekan tombol 'Back' untuk mengubahnya.
  9. Konfirmasi instalasi dengan klik tombol 'Install'.
  10. Instalasi berlangsung dan memakan waktu beberapa puluh menit. Tunggu hingga proses ini selesai.
  11. Setelah instalasi selesai, OpenSUSE akan reboot. Masih booting menggunakan CD/DVD seperti pada langkah pertama pilih 'Boot from Hard Disk' untuk melanjutkan instalasi ke tahap konfigurasi otomatis.
  12. Setelah itu kita sudah bisa login ke desktop OpenSUSE menggunakan user yang kita buat tadi.
  13. Dan kitapun sampai di desktop OpenSUSE yang siap dioprek lebih lanjut.
Bagaimana, instalasi OpenSUSE cukup mudah kan? Berikutnya kita akan mencoba menggunakan YAST untuk konfigurasi berbagai layanan di OpenSUSE 12.1.

Menggunakan RedHat RPM Package Manager Untuk Install, Uninstall, dan Upgrade Software

Dibalik kemudahan instalasi software menggunakan YUM, ada RPM Package Manager (dulunya RedHat Package Manager). YUM memang datang dengan konsep yang sangat brilian, dia mampu menangani masalah dependency antarpaket secara otomatis. Ketika kita hendak install PHPMyAdmin misalnya, YUM akan mencari paket apa saja yang dibutuhkan dan memasangnya sebelum memasang PHPMyAdmin. Tapi semuanya itu berawal dari RPM, paket-paket biner untuk distro berbasis RedHat dikemas dalam berkas dengan ekstensi RPM. Tanpa YUM, kita masih bisa melakukan instalasi paket-paket RPM secara manual. Sebaliknya YUM tidak akan berguna tanpa RPM. Seorang pengguna distro RedHat, CentOS, Fedora, OpenSUSE, Mageia (dulu Mandriva), dkk wajib mengerti cara penggunaan RPM untuk install, uninstall, dan upgrade software.

Install
Salah satu fungsi dasar RPM Package Manager tentu saja untuk instalasi berkas berekstensi rpm. Kita dapat mencari paket RPM untuk software yang diinginkan di rpmfind.net. Setelah mendapatkannya, kita dapat melakukan instalasi dengan perintah:
rpm -ivh mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Eksekusi perintah di atas dilakukan dari direktori di mana berkas rpm berada. Opsi i artinya install, v untuk verbose, dan h untuk hash.

Uninstall
Kadang-kadang kita hanya ingin mencoba software yang kelihatannya menarik, namun setelahnya kita ingin membuangnya dari sistem. Di sistem RPM kita cukup menggunakan perintah berikut untuk uninstall suatu software.
rpm -e mysql-connector-odbc-5.1.10-1
Perhatikan namanya kini tidak lagi menggunakan ekstensi i386.rpm.

Upgrade
Jika sebelumnya kita telah memasang ODBC connector untuk MySQL versi lebih rendah dan ternyata versi lebih baru dari software ini sudah tersedia maka kita dapat langsung melakukan upgrade dengan perintah:
rpm -Uvh mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Misalnya di sistem sudah ada paket mysql-connector-odbc-5.0.0 maka perintah di atas akan membuang versi lama dan memasang versi yang lebih baru.

Query
Kita juga dapat menggali informasi tentang suatu paket RPM, baik yang sudah sudah dipasang ataupun masih berupa berkas berekstensi rpm. Berikut adalah beberapa perintah rpm untuk menemukan informasi suatu paket.

Untuk mencari semua nama pake yang ada di sistem, eksekusi perintah:
rpm -qa
Dengan menambahkan nama ke perintah di atas kita dapat mencari nama paket yang lebih spesifik. Contoh perintah ini kan menampilkan semua paket yang namanya mengandung kata mysql.
rpm -qa mysql
Tampilkan informasi tentang satu berkas berekstensi rpm dengan perintah:
rpm -qpi mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Kita juga bisa mencari tahu dependency suatu paket cukup dengan satu perintah singkat:
rpm -qpR mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Atau bahkan berkas-berkas apa saja yang nantinya ditambahkan oleh suatu paket ke sitem.
rpm -qpl mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Dan seperti dugaan Anda, sebenarnya YUM juga menggunakan informasi-informasi ini untuk menjadikan dirinya hebat. Itu sebabnya seorang pengguna distro berbasis RPM wajib memahami kakas satu ini. Lebih lanjut mengenai RPM dan opsi-opsinya dapat ditemuka di RPM.org atau halaman manual rpm.

Wednesday, April 11, 2012

Konfigurasi Pasca Instalasi Linux CentOS 6.2

Di artikel sebelumnya telah dibahas step by step instalasi distro CentOS 6.2 menggunakan media instalasi live DVD. Instalasi standar CentOS tidak melakukan penambahan username, pengaturan waktu dan tanggal, kernel crash dump, dll. Konfigurasi akan dilakukan setelah instalasi sistem dasar selesai dan user melakukan reboot dari mode live DVD ke sistem yang baru selesai dipasang. Gaya instalasi seperti ini memang lazim digunakan distro-distro turunan RedHat. Tanpa konfigurasi pasca instalasi maka CentOS tidak dapat kita gunakan. Tahap ini adalah wajib hukumnya.

Saat instalasi CentOS selesai, user harus melakukan reboot ke sistem baru di hard disk untuk memasuki tahap pengaturan. Layar 'Welcome' akan menyambut pengguna baru CentOS. Dari sini user dapat melanjutkan dengan klik Forward.
Di layar berikutnya, kita harus sepakat dengan lisensi CentOS 6.2 dengan memilih 'Yes, I agree to the License Agreement'. Lalu klik forward untuk melanjutkan.
Selanjutnya kita akan membuat username yang akan digunakan untuk pemakaian biasa sehari-hari. User ini tidak mempunyai hak untuk mengubah konfigurasi sistem. Masukkan username, fullname, dan password di kotak isian yang tersedia. Klik Forward.
Pastikan tanggal dan jam sudah cocok. Lakukan penyesuaian jika salah satu atau keduanya tidak tepat. Di layar ini kita juga punya pilihan untuk mengatur waktu diperbarui melalui server melalui jaringan.
Konfigurasi terakhir, aktifkan kdump untuk mencatat crash yang terjadi di level kernel. Klik Finish untuk menyelesaikan konfigurasi.
Sekarang konfigurasi pasca instalasi sudah selesai dan kita sudah dapat login ke sistem operasi CentOS menggunakan user yang dibuat di langkah di atas.

Saturday, April 7, 2012

Tutorial Step by Step Instalasi Linux CentOS 6.2

Tak bisa dipungkiri Red Hat Enterprise Linux (RHEL) hingga kini masih menjadi distro Linux terbaik di pasar server. Popularitas RHEL di lingkungan enterprise tentu saja membuka kesempatan bagi para Linuxer. Mereka yang punya kemampuan dan menguasai server RHEL pasti akan lebih mudah mendapatkan kesempatan kerja. Jadi tak ada ruginya kalau belajar RHEL. Sayangnya RHEL itu tidak gratis, kita harus menjadi pelanggan Red Hat untuk mendapatkannya. Namun bukan dunia free/open source software namanya kalau tidak ada solusi. Seiring dengan popularitas RHEL beberapa distro turunan dengan basis kode sama bermunculan. Sebut saja CentOS, Scientific Linux, atau Oracle Linux. Belajar menggunakan distro-distro ini tak ada ubahnya menggunakan RHEL, minus dukungan dari Red Hat.

Salah satu tahap awal untuk belajar distro Linux apapun, termasuk CentOS adalah mencoba instalasi distro tersebut. Bisa menggunakan mesin fisik atau menggantinya dengan solusi virtual machine seperti VirtualBox. Di artikel-artikel sebelumnya kita sudah membahas bagaimana instalasi VirtualBox di Debian dan bagaimana cara membuat virtual machine baru. Dan berikut adalah step by step instalasi CentOS 6.2.
  1. Boot komputer menggunakan CD instalasi CentOS 6.2 yang dapat diunduh dari sini. Jika memilih menggunakan versi Live CD, mulai instalasi dengan klik pada shortcut Install to Hard Drive di desktop.
  2. Wizard instalasi CentOS 6.2 akan dijalankan. Klik Next untuk melanjutkan.
  3. Pilih jenis papan ketik yang sesuai. Di Indonesia kebanyakan menggunakan jenis U.S. English. Lanjutkan ke langkah berikutnya dengan klik Next.
  4. CentOS 6.2 dapat di-install menggunakan media penyimpanan biasa (hard disk yang terpasang di komputer lokal) atau media penyimpanan khusus semisal SAN (Storage Area Network). Jika menggunakan hard disk di komputer lokal, pilih Basic Storage Devices. Sebaliknya pilih Specialized Storage Devices jika hendak meng-install di SAN. Klik Next untuk melanjutkan.
  5. Tentukan nama host untuk komputer, lalu klik Next untuk masuk ke langkah berikutnya.
  6. Pilih zona waktu yang sesuai dengan lokasi instalasi. Klik Next untuk melanjutkan.
  7. Masukkan password untuk root di kotak isian Root Password dan konfirmasi di kotak isian di bawahnya. Pilih password yang cukup panjang dan kompleks tapi mudah diingat. Lanjutkan dengan klik tombol Next.
  8. Pilih jenis partisi untuk instalasi. Untuk kebebasan menentukan sendiri tata letak dan ukuran partisi pilih Create Custom Layout. Empat pilihan lainnya akan menyerahkan pembuatan partisi ke installer, bahkan mungkin menghapus data yang ada di hard disk. Klik Next untuk mulai membuat partisi.
  9. Pilih device dengan label Free, lalu klik Create untuk membuat partisi baru.
  10. Wizard pembuatan partisi baru akan muncul. Pertama sekali, tentukan jenis partisi apakah akan menggunakan partisi standar, RAID software, atau LVM. Pilihan RAID dan LVM membutuhkan konfigurasi yang cukup rumit sehingga kurang cocok untuk pemula. Klik Create setelah memilih jenis partisi.
  11. Tentukan Mount Point, File System Type, dan Size (MB) pada dialog Add Partition. Sebagai contoh kita akan membuat partisi yang akan dikaitkan (mount) di /boot dengan ukuran 200 MB. Klik OK untuk menambahkan partisi.
  12. Ulangi langkah 9 s.d. 11 di atas untuk membuat partisi / dengan file system ext4 ukuran 5100 MB dan partisi swap berukuran 2891 MB. Sehingga kita akan mempunyai tiga partisi seperti berikut. Klik Next untuk melanjutkan.
  13. Pilih Write changes to disk untuk mengonfirmasi pembuatan partisi dan menuliskan perubahannya ke hard disk.
  14. Ganti lokasi instalasi boot loader jika diperlukan. Kita juga dapat menetapkan password untuk boot loader. Klik Next untuk melanjutkan.
  15. Instalasi CentOS 6.2 akan berlangsung beberapa waktu. Tunggu hingga proses penyalinan sistem ke hard disk selesai.
  16. Instalasi CentOS 6.2 selesai. Kita dapat menutup wizard instalasi dan menghidupkan ulang (reboot) komputer ke sistem operasi CentOS 6.2 yang baru selesai di-install.
Langkah selanjutnya akan dilanjutkan setelah kita masuk ke sistem operasi CentOS 6.2. Sebelum dapat benar-benar menggunakannya kita masih harus melakukan pengaturan lebih lanjut seperti pembuatan user, pengaturan tanggal, dll. Konfigurasi pasca instalasi akan kita bahas di artikel berikutnya.