Showing posts with label Ngoprek. Show all posts
Showing posts with label Ngoprek. Show all posts

Monday, April 16, 2012

Linux Command Line: Menampilkan Informasi Baterai dengan ACPI

Biasanya saya mengandalkan applet battery di panel Gnome atau desktop environtment lain untuk mengetahui informasi baterai laptop yang saya gunakan. Applet ini juga punya kemampuan untuk memberikan peringatan berupa notifikasi ketika baterai laptop hampir habis. Artinya kita harus segera menggunakan charger untuk mengisi ulang baterai. Lalu bagaimana kalau tiba-tiba saja applet battery ini mogok atau tidak mau beroperasi alias menghilang begitu saja dari panel? Kita bisa menggunakan command line dari terminal di sistem operasi Linux. Kita bisa menggunakan acpi, salah satu kakas (tool) command line yang seharusnya sudah tersedia di berbagai distro Linux tanpa instalasi.

Jika kita mengeksekusi perintah acpi tanpa argumentasi, hasilnya akan menampilkan informasi persentase dan lamanya waktu baterai akan bertahan.
acpi
Contoh keluarannya di terminal:
Kakas command line acpi juga menyediakan opsi untuk menampilkan suhu CPU laptop.
acpi -t
Hasilnya:
Opsi -V digunakan untuk menampilkan semua informasi tentang baterai, suhu, dan sistem pendingin laptop.
acpi -V
Hasilnya:
Opsi -i dapat kita gunakan untuk menampilkan informasi tambahan jika tersedia.
acpi -i
Beberapa opsi lain yang dimiliki kakas command line acpi tersedia di halaman manualnya.

Sunday, April 15, 2012

Tutorial VirtualBox: Cara Mudah Import Appliance

VirtualBox appliance itu sederhananya adalah suatu template untuk sistem operasi berbasis virtual machine. Appliance itu bisa disediakan oleh pihak lain atau kita buat sendiri. VirtualBox appliance akan menyederhanakan dan mempercepat proses deployment suatu sistem operasi lengkap dengan layanannya. Kita bisa mengunduh salah satu appliance yang banyak tersedia di internet dan mengimpornya di VirtualBox. Setelah membahas cara mudah membuat appliance di artikel sebelumnya, di artikel kali ini saya akan menunjukkan bagaimana caranya mengimpor appliance tersebut ke VirtualBox.

Di jendela utama VirtualBox, klik menu 'File' lalu pilih 'Import Appliance'. Atau tekan kombinasi tombol Ctrl+I pada papan ketik.
Aksi di atas akan membawa kita pada wizard import appliance. Pilih berkas appliance dengan klik tombol 'Choose'.
Berkas appliance yand didukung oleh VirtualBox memiliki ekstensi OVA atau OVF.
Wizard akan menampilkan informasi tentang appliance. Klik 'Import' untuk mulai instalasi appliance.
Setujui lisensi appliance dengan klik tombol 'Agree'.
Proses import VirtualBox appliance sudah selesai.

Friday, April 13, 2012

Tutorial Instalasi Linux OpenSUSE 12.1

Selain RedHat Enterprise Linux dan distro turunannya (CentOS, Fedora, dll) ada satu lagi sistem operasi yang banyak digunakan di kalangan enterprise. Tentu saja distro dimaksud adalah SUSE Enterprise Linux dan versi komunitasnya, OpenSUSE. OpenSUSE punya satu kelebihan yang tidak dimiliki distro Linux lainnya. Distro punya YaST, kakas berbasis GUI yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan konfigurasi sistem. YaST sangat mudah digunakan dan hampir semua layanan server dicakup di dalamnya. Pengguna yang baru migrasi dari sistem operasi Windows Server akan sangat terbantu sekali dengan adanya YaST.

Di tutorial kali ini, kita akan membahas step by step instalasi OpenSUSE 12.1. Instalasi dilakukan menggunakan virtual machine di atas VirtualBox. Silakan baca artikel sebelumnya untuk panduan instalasi VirtualBox di Debian dan cara mudah membuat virtual machine. ISO image installer OpenSUSE 12.1 dapat diunduh dari situs resminya atau mirror lokal seperti Kambing. Atur komputer untuk boot menggunakan CD-ROM. Setelah itu ikuti langkah-langkah instalasi berikut:
  1. Dari menu boot loader OpenSUSE, pilih 'Installation' lalu tekan Enter.
  2. Di layar 'Welcome' pilih bahasa dan keyboard layout yang akan digunakan selama dan sesudah instalasi. Klik 'Next' untuk melanjutkan.
  3. Pilihan 'New Installation' digunakan jika kita belum pernah melakukan instalasi OpenSUSE di komputer yang sama. Jika sebaliknya, pilih 'Update an Existing System' untuk melakukan upgrade ke rilis lebih baru. Lanjutkan dengan klik 'Next'.
  4. Pilih zona waktu dengan klik pada titik di peta atau memilih dari combobox. Sesuaikan juga waktu yang tampil jika tidak sesuai. Klik 'Next'.
  5. Tentukan desktop environment yang akan digunakan. OpenSUSE menyediakan beberapa pilihan seperi Gnome, KDE, XFCE, LXDE, Minimal X Window, atau tanpa desktop sama sekali. Klik 'Next' untuk melanjutkan.
  6. Kita akan menyerahkan pembuatan partisi ke installer OpenSUSE, dengan cara ini OpenSUSE akan membuat beberapa partisi yang dibutuhkan secara otomatis. Pastikan untuk menghilangkan semua tanda centang lalu klik 'Next'.
  7. Isi informasi untuk user mulai dari nama lengkap, username, dan password. Di sini kita juga punya pilihan untuk menjadikan user ini sebagai administrator, sehingga nantinya dapat melakukan administrasi sistem menggunakan sudo. Lalu klik 'Next'.
  8. Klik 'Install' untuk mulai melakukan instalasi sistem ke hard disk. Sebelumnya pastikan dulu semua setting instalasi sudah sesuai, jika ada yang belum silakan menekan tombol 'Back' untuk mengubahnya.
  9. Konfirmasi instalasi dengan klik tombol 'Install'.
  10. Instalasi berlangsung dan memakan waktu beberapa puluh menit. Tunggu hingga proses ini selesai.
  11. Setelah instalasi selesai, OpenSUSE akan reboot. Masih booting menggunakan CD/DVD seperti pada langkah pertama pilih 'Boot from Hard Disk' untuk melanjutkan instalasi ke tahap konfigurasi otomatis.
  12. Setelah itu kita sudah bisa login ke desktop OpenSUSE menggunakan user yang kita buat tadi.
  13. Dan kitapun sampai di desktop OpenSUSE yang siap dioprek lebih lanjut.
Bagaimana, instalasi OpenSUSE cukup mudah kan? Berikutnya kita akan mencoba menggunakan YAST untuk konfigurasi berbagai layanan di OpenSUSE 12.1.

Wednesday, April 11, 2012

Konfigurasi Pasca Instalasi Linux CentOS 6.2

Di artikel sebelumnya telah dibahas step by step instalasi distro CentOS 6.2 menggunakan media instalasi live DVD. Instalasi standar CentOS tidak melakukan penambahan username, pengaturan waktu dan tanggal, kernel crash dump, dll. Konfigurasi akan dilakukan setelah instalasi sistem dasar selesai dan user melakukan reboot dari mode live DVD ke sistem yang baru selesai dipasang. Gaya instalasi seperti ini memang lazim digunakan distro-distro turunan RedHat. Tanpa konfigurasi pasca instalasi maka CentOS tidak dapat kita gunakan. Tahap ini adalah wajib hukumnya.

Saat instalasi CentOS selesai, user harus melakukan reboot ke sistem baru di hard disk untuk memasuki tahap pengaturan. Layar 'Welcome' akan menyambut pengguna baru CentOS. Dari sini user dapat melanjutkan dengan klik Forward.
Di layar berikutnya, kita harus sepakat dengan lisensi CentOS 6.2 dengan memilih 'Yes, I agree to the License Agreement'. Lalu klik forward untuk melanjutkan.
Selanjutnya kita akan membuat username yang akan digunakan untuk pemakaian biasa sehari-hari. User ini tidak mempunyai hak untuk mengubah konfigurasi sistem. Masukkan username, fullname, dan password di kotak isian yang tersedia. Klik Forward.
Pastikan tanggal dan jam sudah cocok. Lakukan penyesuaian jika salah satu atau keduanya tidak tepat. Di layar ini kita juga punya pilihan untuk mengatur waktu diperbarui melalui server melalui jaringan.
Konfigurasi terakhir, aktifkan kdump untuk mencatat crash yang terjadi di level kernel. Klik Finish untuk menyelesaikan konfigurasi.
Sekarang konfigurasi pasca instalasi sudah selesai dan kita sudah dapat login ke sistem operasi CentOS menggunakan user yang dibuat di langkah di atas.

Saturday, April 7, 2012

Tutorial Step by Step Instalasi Linux CentOS 6.2

Tak bisa dipungkiri Red Hat Enterprise Linux (RHEL) hingga kini masih menjadi distro Linux terbaik di pasar server. Popularitas RHEL di lingkungan enterprise tentu saja membuka kesempatan bagi para Linuxer. Mereka yang punya kemampuan dan menguasai server RHEL pasti akan lebih mudah mendapatkan kesempatan kerja. Jadi tak ada ruginya kalau belajar RHEL. Sayangnya RHEL itu tidak gratis, kita harus menjadi pelanggan Red Hat untuk mendapatkannya. Namun bukan dunia free/open source software namanya kalau tidak ada solusi. Seiring dengan popularitas RHEL beberapa distro turunan dengan basis kode sama bermunculan. Sebut saja CentOS, Scientific Linux, atau Oracle Linux. Belajar menggunakan distro-distro ini tak ada ubahnya menggunakan RHEL, minus dukungan dari Red Hat.

Salah satu tahap awal untuk belajar distro Linux apapun, termasuk CentOS adalah mencoba instalasi distro tersebut. Bisa menggunakan mesin fisik atau menggantinya dengan solusi virtual machine seperti VirtualBox. Di artikel-artikel sebelumnya kita sudah membahas bagaimana instalasi VirtualBox di Debian dan bagaimana cara membuat virtual machine baru. Dan berikut adalah step by step instalasi CentOS 6.2.
  1. Boot komputer menggunakan CD instalasi CentOS 6.2 yang dapat diunduh dari sini. Jika memilih menggunakan versi Live CD, mulai instalasi dengan klik pada shortcut Install to Hard Drive di desktop.
  2. Wizard instalasi CentOS 6.2 akan dijalankan. Klik Next untuk melanjutkan.
  3. Pilih jenis papan ketik yang sesuai. Di Indonesia kebanyakan menggunakan jenis U.S. English. Lanjutkan ke langkah berikutnya dengan klik Next.
  4. CentOS 6.2 dapat di-install menggunakan media penyimpanan biasa (hard disk yang terpasang di komputer lokal) atau media penyimpanan khusus semisal SAN (Storage Area Network). Jika menggunakan hard disk di komputer lokal, pilih Basic Storage Devices. Sebaliknya pilih Specialized Storage Devices jika hendak meng-install di SAN. Klik Next untuk melanjutkan.
  5. Tentukan nama host untuk komputer, lalu klik Next untuk masuk ke langkah berikutnya.
  6. Pilih zona waktu yang sesuai dengan lokasi instalasi. Klik Next untuk melanjutkan.
  7. Masukkan password untuk root di kotak isian Root Password dan konfirmasi di kotak isian di bawahnya. Pilih password yang cukup panjang dan kompleks tapi mudah diingat. Lanjutkan dengan klik tombol Next.
  8. Pilih jenis partisi untuk instalasi. Untuk kebebasan menentukan sendiri tata letak dan ukuran partisi pilih Create Custom Layout. Empat pilihan lainnya akan menyerahkan pembuatan partisi ke installer, bahkan mungkin menghapus data yang ada di hard disk. Klik Next untuk mulai membuat partisi.
  9. Pilih device dengan label Free, lalu klik Create untuk membuat partisi baru.
  10. Wizard pembuatan partisi baru akan muncul. Pertama sekali, tentukan jenis partisi apakah akan menggunakan partisi standar, RAID software, atau LVM. Pilihan RAID dan LVM membutuhkan konfigurasi yang cukup rumit sehingga kurang cocok untuk pemula. Klik Create setelah memilih jenis partisi.
  11. Tentukan Mount Point, File System Type, dan Size (MB) pada dialog Add Partition. Sebagai contoh kita akan membuat partisi yang akan dikaitkan (mount) di /boot dengan ukuran 200 MB. Klik OK untuk menambahkan partisi.
  12. Ulangi langkah 9 s.d. 11 di atas untuk membuat partisi / dengan file system ext4 ukuran 5100 MB dan partisi swap berukuran 2891 MB. Sehingga kita akan mempunyai tiga partisi seperti berikut. Klik Next untuk melanjutkan.
  13. Pilih Write changes to disk untuk mengonfirmasi pembuatan partisi dan menuliskan perubahannya ke hard disk.
  14. Ganti lokasi instalasi boot loader jika diperlukan. Kita juga dapat menetapkan password untuk boot loader. Klik Next untuk melanjutkan.
  15. Instalasi CentOS 6.2 akan berlangsung beberapa waktu. Tunggu hingga proses penyalinan sistem ke hard disk selesai.
  16. Instalasi CentOS 6.2 selesai. Kita dapat menutup wizard instalasi dan menghidupkan ulang (reboot) komputer ke sistem operasi CentOS 6.2 yang baru selesai di-install.
Langkah selanjutnya akan dilanjutkan setelah kita masuk ke sistem operasi CentOS 6.2. Sebelum dapat benar-benar menggunakannya kita masih harus melakukan pengaturan lebih lanjut seperti pembuatan user, pengaturan tanggal, dll. Konfigurasi pasca instalasi akan kita bahas di artikel berikutnya.

Friday, April 6, 2012

Membuat Partisi Hard Disk Menggunakan GParted di Fedora 16

Setelah menambahkan hard disk baru ke virtual machine yang kehabisan ruang kosong, kita masih perlu melakukan partisi pada hard disk tersebut. Dalam pengertian sederhana partisi akan membagi-bagi hard disk menjadi beberapa bagian. Setiap bagian tersebut biasanya disebut partisi juga, masih harus diformat menjadi file system tertentu yand di dukung Linux Fedora. Beberapa format file system yang populer dan didukung Linux di antaranya Ext3, Ext4, ReiserFS, Reiser4, dan btrfs. Tanpa partisi dan format, hard disk yang ditambahkan ke sistem operasi tidak dapat digunakan sama sekali. Di Fedora 16 kita mempunyai beberapa pilihan perangkat lunak untuk menambahkan partisi dan melakukan format file system. Salah satunya yang cukup populer di kalangan pengguna Gnome namanya gParted. Selain itu juga tersedia perangkat lunak fdisk yang dijalankan dengan mode baris perintah.

GParted belum tersedia di Fedora 16 dengan instalasi standar. Oleh karena itu kita harus terlebih dulu melakukan instalasi gParted:
yum install gparted
Untuk menjalankannya kita bisa mengakses di menu Applications atau menekan kombinasi tombol Alt+F2, kemudian mengetikkan gParted. Urusan pengelolaan partisi di Linux membutuhkan akses root, berikan password root ketika gParted dijalankan.
GParted kemudian akan menampilkan partisi di hard disk yang pertama yang terdapat di sistem. Jika di sistem terdapat beberapa hard disk, kita harus menggantinya sebelum melakukan partisi.
Hard disk lainnya dapat ditampilkan dengan mengakses menu GParted->Devices atau klik pada tombol dengan ikon hard disk di pojok kanan atas. Aksi ini akan menampilkan semua hard disk yang ada di sistem, pilih salah satu yang akan dipartisi. Misalnya kita akan membuat partisi di hard disk /dev/sdb.
Jika hard disk tersebut benar-benar baru dan belum pernah digunakan sama sekali, kita harus membuat tabel partisi terlebih dulu. Akses menu Devics->Create Partition Table...
GParted kemudian akan membuat tabel partisi MS-DOS, klik Apply pada dialog warning yang muncul. Perlu diperhatikan kalau dilakukan pada hard disk dengan data, semua isinya akan dihapus setelah pembuatan tabel partisi ini.
Hasilnya kita akan mendapatkan partisi kosong yang mencakup seluruh ruang di hard disk dengan status unallocated. Dari sini kita bisa membagi-baginya menjadi beberapa partisi dengan ukuran yang lebih kecil atau menggunakan keseluruhan ruang kosongnya menjadi satu partisi.
Buat partisi baru dengan klik kanan pada hard disk tersebut. Pada menu pop up yang muncul pilih New. Tentukan ukuran dan jenis file system untuk partisi yang akan dibuat. Kita juga dapat menentukan label untuk partisi di dialog ini. Klik Add jika semua pengaturan sudah sesuai.
Status hard disk yang tadinya unallocated akan berubah menjadi new partition lengkap dengan ukurannya. Namun sampai pada tahap ini perubahan partisi belum benar-benar dituliskan ke hard disk. Klik tombol dengan ikon tanda cek di barisan toolbar untuk menuliskan perubahan ke hard disk.
Klik Apply untuk konfirmasi pada dialog yang muncul seperti di bawah ini.
Perubahan partisi bisa memakan waktu cukup lama untuk hard disk dengan ukuran cukup besar. Pastikan semua proses berhasil.
Sebagai langkah terakhir, tambahkan baris baru untuk hard disk baru kita di /etc/fstab sistem Fedora Linux. Untuk partisi dengan file system ext4 dan dikaitkan (mount) di /oracle, pengaturannya lebih kurang seperti ini (perhatikan baris terakhir).
Kaitkan dengan menggunakan perintah berikut:
mount -a
Pastikan partisi terdapat pada keluaran perintah baris:
mount