Showing posts with label Server. Show all posts
Showing posts with label Server. Show all posts

Wednesday, February 6, 2013

Tutorial Instalasi Openfiler Unified Storage

Openfiler adalah salah satu distro GNU/Linux yang khusus dibuat untuk urusan storage. Hadir dengan frontend berbasis web yang akan mempermudah penggunaannya. Berbagai fitur storage ditanamkan ke distro Openfiler. Beberapa di antaranya adalah CIFS, NFS, iSCSI, fibre channel, dll. Distro ini akan sangat membantu dalam urusan pengaturan storage di lingkungan virtualisasi seperti Xen dan KVM. Distro yang dikembangkan dengan basis CentOS ini juga datang dengan installer berbasis GUI yang sangat mudah digunakan.

Berikut ini adalah step by step instalasi Openfiler:
  1. Download installer Openfiler dari situs resminya.
  2. Atur boot priority di BIOS ke CD-ROM, lalu boot PC dengan CD installer Openfiler.
  3. Di menu boot tekan Enter untuk melanjutkan.
  4. Pilih skip di tampilan konfirmasi untuk memeriksa CD instalasi.
  5. Klik Next untuk melanjutkan.
  6. Pilih konfigurasi keyboard untuk Indonesia kebanyakan menggunakan U.S. English. Lanjutkan dengan klik Next.
  7. Ada dua pilihan untuk membuat partisi, otomatis atau manual. Pilihan otomatis akan menyerahkan sepenuhnya pada installer Openfiler. Pilihan manual akan meberikan kita kebebasan membuat partisi. Klik Next untuk melanjutkan.
  8. Openfiler membutuhkan minimal tiga partisi untuk /boot, /, dan swap. Buatlah tiga partisi di harddisk server dan kaitkan masing-masing dengan partisi di atas. Klik Next untuk melanjutkan.
  9. Jika RAM di server yang dipasang Openfiler tidak banyak, installer akan meminta persetujuan untuk mengaktifkan swap saat itu juga. Pilih Yes untuk menyetujui.
  10. Berikutnya adalah konfigurasi jaringan untuk server Openfiler. Secara default Openfiler menggunakan konfigurasi DHCP. Untuk mengubahnya pilih ethernet yang digunakan lalu klik Edit.
  11. Nonaktifkan pilihan DHCP pada jendela yang muncul. Kemudian isikan alamat IP untuk ethernet terpilih. Klik OK untuk kembali ke layar di langkah 10. Klik Next untuk melanjutkan.
  12. Pilih zona waktu yang sesuai dengan lokasi server. Klik Next untuk melanjutkan.
  13. Masukkan password untuk user root. Password ini nantinya akan digunakan untuk administrasi sistem. Klik Next untuk melanjutkan.
  14. Konfirmasi untuk melanjutkan instalasi dengan klik tombol Next.
  15. Instalasi akan berlangsung selama beberapa waktu.
  16. Reboot server di akhir instalasi untuk masuk ke sistem Openfiler yang baru dipasang.
Setelah instalasi selesai, kita dapat melanjutkan administrasi dengan login langsung menggunakan user root dan password yang kita tetapkan pada proses instalasi.
Antarmuka web untuk administrasi dapat diakses menggunakan URL https://10.10.10.253:446/ tentu saja dengan menyesuaikan alamat IP yang digunakan untuk server Openfiler.

Friday, January 25, 2013

Tutorial Konfigurasi IPCop Sebagai Server DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah satu layanan yang biasanya tersedia di jaringan untuk mempermudah pengaturan alamat IP klien. Server DHCP sangat membantu pekerjaan satpam jaringan karena pengaturan akan dilakukan secara otomatis. Coba bayangkan jika suatu kantor memiliki 5 lantai dengan jumlah klien per lantai sebanyak 40 PC. Betapa melelahkannya pekerjaan seorang network administrator untuk mengurusi pengalamatan di klien-klien itu jika semuanya dilakukan secara manual.

IPCop sebagai distro Linux yang menyasar kebutuhan firewall juga datang dengan fitur DHCP. Kita hanya perlu mengaktifkan dan melakukan konfigurasi DHCP server di IPCop jika kita memilih untuk tidak mengaktifkannya di proses instalasi dan konfigurasi dasar. Aktivasi dan konfigurasinya dilakukan melalui antarmuka berbasis web dengan mengakses alamat IP server IPCop di port 8443.

Selanjutnya, pilih sub-menu "DHCP Server" dari menu "Services" dari halaman utama.

Di halaman pengaturan layanan DHCP, cek pilihan "Enabled" untuk mengaktifkan layanan ini. Tentukan juga batasan alamat yang akan diberikan ke klien yang menggunakan DHCP server di field "Start Address" dan "End Address". Field "Default lease time (mins)" secara otomatis berisi nilai 60, sesuaikan dengan kebutuhan. Isikan alamat DNS server yang akan digunakan klien pada field "Primary DNS" dan "Secondary DNS". Field lain bersifat opsional. Klik tombol "Save" untuk menyimpan dan menjalankan DHCP server.

DHCP server juga memungkinkan pemberian alamat IP yang tetap (fixed lease) untuk beberapa klien. Untuk menambahkan klien yang akan mendapatkan alamat IP tetap, klik tombol "Add a new fixed lease".

Lalu masukkan pasangan "MAC Address" dan "IP Address" serta "Router IP Address" atau alamat default gateway seperti tampak pada gambar berikut. Klik tombol "Add" untuk menyimpan perubahan ini.

Hasilnya akan muncul seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Dari sini kita dapat melakukan perubahan-perubahan seperti edit, disabled, enabled, dan remove pemberian alamat IP tetap (fixed lease).

Thursday, January 24, 2013

Tutorial Konfigurasi IPCop Sebagai Server Proxy

Setelah selesai melakukan instalasi dan konfigurasi dasar IPCop 2.0.3 maka distro Linux khusus untuk firewall ini siap digunakan. Selain sebagai firewall, IPCop juga sering digunakan sebagai server proxy. IPCop memang datang lengkap dengan fitur proxy. Kita hanya perlu mengaktifkan fitur ini dari halaman administrasi berbasis web. Biasanya fitur proxy ini diaktifkan untuk jaringan di interface GREEN. Oh ya, jika bingung dengan istilah interface RED dan GREEN silakan baca konsepnya di artikel di sana.

Untuk memulai konfigurasi server proxy di IPCop, akses halaman administrasi menggunakan web browser melalui alamat IP yang ditetapkan pada saat instalasi:

Jika muncul peringatan tentang sertifikat keamanan server, abaikan dengan klik tombol "Proceed anyway".

Isikan username dan password pada dialog yang muncul. Username adalah admin, sedangkan password sesuai dengan yang ditetapkan pada proses konfigurasi dasar.

Pilih sub-menu untuk konfigurasi proxy di menu "Services":

Status proxy setelah selesai instalasi adalah "STOPPED", kita jalankan proxy dengan mencentang pilihan "Enable on GREEN". Sesuaikan beberapa pengaturan lain seperti port yang digunakan, visible hostname, email admninistrator, dll. Aktifkan perubahan pengaturan ini dengan klik tombol "Save":

Lakukan konfigurasi di klien dengan mengubah pengaturan proxy di web browser, seperti berikut ini:

Untuk memastikan klien sudah mengakses melalui proxy server ini, aktifkan pengaturan log dari halaman pengaturan proxy. Lalu dari menu "Logs" pilih sub-menu "Proxy logs":

Thursday, May 10, 2012

Kompilasi dan Instalasi Oracle OCI8 Untuk PHP 5.4.0 di Linux CentOS

Selain MySQL, Oracle menjadi salah satu basis data (database) RDBMS yang banyak digunakan di perusahaan-perusahaan kelas enterprise. Kehandalan basis data Oracle dalam menangani data dalam ukuran sangat besar memang tidak perlu diragukan lagi. Selain dapat diakses menggunakan berbagai platform yang disediakan Oracle, kita juga dapat menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk membangun aplikasi untuk penanganan datanya. Syaratnya kita harus memasang PHP yang sudah dikompilasi dengan dukungan OCI8. Untuk alasan praktis, pengguna bisa saja memilih menggunakan XAMPP yang biasanya sudah memasukkan dukungan OCI8 untuk mengakses basis data Oracle. Sedangkan bagi mereka yang memilih untuk melakukan kompilasi PHP secara manual harus pula melakukan kompilasi OCI8.

Persiapan Kompilasi OCI8
Di sistem operasi Linux CentOS 5.5 atau rilis sesudahnya, kita harus terlebih dahulu memasang Instant Client sebagai prasyarat kompilasi driver OCI8. Paket RPM untuk Instant Client ini dapat diunduh di situs resmi Oracle. Lakukan instalasi sebagai user root.
rpm -ivh oracle-instantclient11.2-basic-11.2.0.3.0-1.i386.rpm
rpm -ivh oracle-instantclient11.2-devel-11.2.0.3.0-1.i386.rpm
Jika menggunakan CentOS 64 bit atau sistem operasi Linux lain maka sesuaikan paket yang diunduh dari alamat ini.

Kompilasi dan Instalasi OCI8
Kode sumber OCI8 yang dibutuhkan untuk kompilasi ini dapat kita unduh dari situs pecl. Saat ini versi terbaru adalah 1.4.7. Ekstrak berkas tersebut lalu masuk ke dalam direktori hasil ekstrak.
tar -xzvf oci8-1.4.7.tgz
cd oci8-1.4.7
Siapkan direktori ini untuk kompilasi:
/opt/bin/phpize
Pemanggilan phpize dengan path lengkap seperti ini harus dilakukan karena sebelumnya kita melakukan kompilasi PHP 5.4.0 dengan target direktori /opt. Lanjutkan dengan melakukan konfigurasi:
./configure --with-oci8=shared,instantclient,/usr/lib/oracle/11.2/client/lib/ --with-php-config=/opt/bin/php-config
Lakukan kompilasi dan instalasi OCI8 dengan mengeksekusi perintah berikut sebagai user root:
make install
Pastikan OCI8 terpasang dengan baik, tanda-tandanya kita akan mendapatkan oci8.so di direktori /opt/lib/php/extensions/no-debug-non-zts-20100525.

Konfigurasi PHP
Setelah berhasil melakukan kompilasi dan instalasi OCI8, berikutnya kita harus menambahkan baris berikut di konfigurasi php.ini yang biasanya terdapat di /etc/httpd/php.ini:
extensions=oci8.so
Kemudian restart service Apache:
service httpd restart
Fungsi phpinfo() akan menampilkan informasi seperti pada tangkapan layar berikut yang menandakan kompilasi dan instalasi OCI8 di CentOS 5.5 berhasil dengan baik.
Referensi: php.net.

Monday, May 7, 2012

Instalasi dan Konfigurasi Server VSFTPD di Debian Linux

Selain HTTP yang biasa kita gunakan untuk berselancar, protokol FTP termasuk yang paling populer digunakan penduduk dunia maya. FTP atau File Transfer Protocol merupakan protokol yang dirancang khusus untuk memindahkan berkas dari klien ke server atau sebaliknya. Singkatnya FTP biasa digunakan untuk mengunggah (upload) dan mengunduh (download) berkas. Walaupun begitu kita lebih sering menggunakannya untuk mengunduh berkas di FTP publik. Para pengguna Linux tentu saja sangat familiar dengan aplikasi ini karena biasanya digunakan untuk menyediakan berbagai perangkat lunak FOSS ke pengguna akhir.

Instalasi
Ada banyak sekali pilihan aplikasi server FTP, salah satunya yang akan kita bahas kali ini bernama VSFTPD. Kebanyakan distro Linux sudah menyertakan VSFTPD di reponya. Di Debian misalnya kita dapat dengan mudah memasang server FTP yang banyak digunakan karena stabilitas, performa, dan keamanan ini menggunakan Synaptic, apt-get, atau aptitude.
aptitude install vsftpd
Dengan menjalankan perintah di atas sebagai root, server VSFTPD akan terpasang di sistem Debian secara otomatis. Setelah itu kita bisa mencoba memastikan server FTP sudah berjalan dengan menggunakan perintah:
service vsftpd status
Jika sudah berjalan maka keluaran perintah di atas adalah 'vsftpd is running'. Misalnya saja server VSFTPD tidak berjalan ketika kita periksa, kita dapat menjalankannya secara manual seperti berikut.
 service vsftpd start
Untuk mematikan layanan VSFTPD kita menggunakan perintah:
service vsftpd stop
Sedangkan untuk menghidupkan ulang layanan server FTP setelah melakukan perubahan pada konfigurasi kita harus mengeksekusi perintah di bawah ini.
service vsftpd restart
Konfigurasi
Berkas pengaturan server VSFTPD terletak di /etc/vsftpd.conf, bentuknya adalah teks biasa sama seperti kebanyakan berkas pengaturan di Linux. Perubahan dapat dilakukan dengan menggunakan sembarang editor teks.
vim /etc/vsftpd.conf
Beberapa pengaturan dasar yang kemungkinan perlu kita ubah di konfigurasi server VSFTPD:

  • anonymous_enable, jika diberi nilai YES artinya pengguna tanpa username sah di server dapat menggunakan layanan ini
  • local_enable, jika diberi nilai YES artinya pengguna lokal dapat login ke server FTP ini
  • write_enable, pengaturan ini menentukan apakah pengguna dapat mengunggah ke server FTP ini atau tidak
  • ftpd_banner, string yang digunakan sebagai ucapan selamat datang ke pengguna yang login
  • chroot_user_local, pengaturan ini akan memaksa pengguna untuk hanya menggunakan direktori home-nya
Pengaturan-pengaturan ini sudah ada di berkas konfigurasi VSFTPD, untuk mengaktifkannya kita tinggal menghilangkan tanda # di depan pengaturan bersangkutan. Contoh pengaturan yang sudah jadi:
anonymous_enable=NO
local_enable=YES
write_enable=YES
ftpd_banner=Selamat datang dilayanan FTP sarimula
chroot_local_user=YES
Sesuaikan pengaturan lain yang dirasa perlu, lalu restart layanan server VSFTPD. Terakhir cobalah login menggunakan salah satu klien FTP yang ada. Klien paling sederhana dan pasti ada di setiap distro Linux tentu saja klien berbasis baris perintah.
ftp localhost
Masukkan username dan password user. Jika user sudah bisa login dengan benar artinya server FTP kita sudah siap digunakan.

Friday, April 13, 2012

Menggunakan RedHat RPM Package Manager Untuk Install, Uninstall, dan Upgrade Software

Dibalik kemudahan instalasi software menggunakan YUM, ada RPM Package Manager (dulunya RedHat Package Manager). YUM memang datang dengan konsep yang sangat brilian, dia mampu menangani masalah dependency antarpaket secara otomatis. Ketika kita hendak install PHPMyAdmin misalnya, YUM akan mencari paket apa saja yang dibutuhkan dan memasangnya sebelum memasang PHPMyAdmin. Tapi semuanya itu berawal dari RPM, paket-paket biner untuk distro berbasis RedHat dikemas dalam berkas dengan ekstensi RPM. Tanpa YUM, kita masih bisa melakukan instalasi paket-paket RPM secara manual. Sebaliknya YUM tidak akan berguna tanpa RPM. Seorang pengguna distro RedHat, CentOS, Fedora, OpenSUSE, Mageia (dulu Mandriva), dkk wajib mengerti cara penggunaan RPM untuk install, uninstall, dan upgrade software.

Install
Salah satu fungsi dasar RPM Package Manager tentu saja untuk instalasi berkas berekstensi rpm. Kita dapat mencari paket RPM untuk software yang diinginkan di rpmfind.net. Setelah mendapatkannya, kita dapat melakukan instalasi dengan perintah:
rpm -ivh mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Eksekusi perintah di atas dilakukan dari direktori di mana berkas rpm berada. Opsi i artinya install, v untuk verbose, dan h untuk hash.

Uninstall
Kadang-kadang kita hanya ingin mencoba software yang kelihatannya menarik, namun setelahnya kita ingin membuangnya dari sistem. Di sistem RPM kita cukup menggunakan perintah berikut untuk uninstall suatu software.
rpm -e mysql-connector-odbc-5.1.10-1
Perhatikan namanya kini tidak lagi menggunakan ekstensi i386.rpm.

Upgrade
Jika sebelumnya kita telah memasang ODBC connector untuk MySQL versi lebih rendah dan ternyata versi lebih baru dari software ini sudah tersedia maka kita dapat langsung melakukan upgrade dengan perintah:
rpm -Uvh mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Misalnya di sistem sudah ada paket mysql-connector-odbc-5.0.0 maka perintah di atas akan membuang versi lama dan memasang versi yang lebih baru.

Query
Kita juga dapat menggali informasi tentang suatu paket RPM, baik yang sudah sudah dipasang ataupun masih berupa berkas berekstensi rpm. Berikut adalah beberapa perintah rpm untuk menemukan informasi suatu paket.

Untuk mencari semua nama pake yang ada di sistem, eksekusi perintah:
rpm -qa
Dengan menambahkan nama ke perintah di atas kita dapat mencari nama paket yang lebih spesifik. Contoh perintah ini kan menampilkan semua paket yang namanya mengandung kata mysql.
rpm -qa mysql
Tampilkan informasi tentang satu berkas berekstensi rpm dengan perintah:
rpm -qpi mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Kita juga bisa mencari tahu dependency suatu paket cukup dengan satu perintah singkat:
rpm -qpR mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Atau bahkan berkas-berkas apa saja yang nantinya ditambahkan oleh suatu paket ke sitem.
rpm -qpl mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Dan seperti dugaan Anda, sebenarnya YUM juga menggunakan informasi-informasi ini untuk menjadikan dirinya hebat. Itu sebabnya seorang pengguna distro berbasis RPM wajib memahami kakas satu ini. Lebih lanjut mengenai RPM dan opsi-opsinya dapat ditemuka di RPM.org atau halaman manual rpm.

Thursday, April 12, 2012

Install Oracle Heterogeneous Services Untuk MySQL di Oracle Linux 6.2

Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis tentang Oracle HS (Heterogeneous Services) di blog ini. Kala itu saya menggunakan Oracle HS di sistem operasi RedHat Enterprise Linux 4.5 dengan database Oracle 10g R2 XE (Express Edition) untuk mengakses database MySQL di sistem operasi Windows Server 2003. Di artikel ini saya akan membahas topik yang sama tapi kasusnya berbeda. Kali ini database Oracle 11g R2 Enterprise Edition terpasang di Oracle Linux 6.2, sedangkan database MySQL di Windows Server 2003. Dalam kasus ini kita tidak perlu melakukan konfigurasi di MySQL atau Windows Server 2003, semua konfigurasi Oracle HS akan dilakukan di sisi Oracle Linux 6.2.

Kita mulai dengan memasang driver ODBC untuk MySQL di server Oracle Linux 6.2.
su
rpm -ivh mysql-connector-odbc-5.1.5r1144-7.el6.x86_64.rpm
Paket RPM tersebut sudah ada di DVD installer Oracle Linux 6.2 tapi kita bisa juga mengunduhnya dari situs MySQL. Namun dari pengalaman saya, installer ODBC dari situs MySQL membutuhkan paket dependency yang belum tersedia di Oracle Linux 6.2.

Selanjutnya kita akan membuat konfigurasi ODBC di /etc/odbc.ini, gunakan editor seperti vim atau nano untuk menambahkan baris berikut ke berkas tersebut.
[MY_SQL]
DRIVER = /usr/lib64/libmyodbc5.so
SERVER = 10.15.5.71
UID = username
PWD = password
DATABASE = database
PORT = 3306

[ODBC]
TRACE = 1
TRACEFILE = /tmp/odbc.log
Ganti informasi SERVER, UID, PWD, DATABASE masing-masing secara berurutan dengan alamat IP server, username, password user bersangkutan, dan basis data MySQL yang akan diakses.

Kita juga harus membuat konfigurasi Oracle HS di $ORACLE_HOME/hs/admin/initSID.ora yang berisi data-data di bawah ini.
HS_FDS_CONNECT_INFO = MY_SQL
HS_FDS_TRACE_LEVEL = DEBUG
HS_FDS_SHAREABLE_NAME = /usr/lib64/libodbc.so
HS_LANGUAGE=AMERICAN_AMERICA.WE8ISO8859P15

set ODBCINI = /etc/odbc.ini
set ODBCINSTINI = /etc/odbcinst.ini
Perhatikan baris HS_FDS_CONNECT_INFO harus memiliki nilai yang sama dengan konfigurasi di /etc/odbc.ini. $ORACLE_HOME adalah direktori untuk produk database Oracle. Di Oracle Linux 6.2 kita bisa menampilkannya dengan perintah:
echo $ORACLE_HOME
SID pada initSID.ora harus diganti dengan nama SID yang akan digunakan untuk mengakses MySQL. Di sistem Oracle Linux yang saya gunakan, path lengkap untuk konfigurasi inisial Oracle HS menjadi /oracle/product/11.2.0/dbhome_1/hs/admin/initMYSQLDB.ora.

Terakhir, kita harus menambahkan konfigurasi untuk mengakses database MySQL melalui Oracle HS (Heterogeneous Services) di $ORACLE_HOME/network/admin/tnsnames.ora dan $ORACLE_HOME/network/admin/listener.ora. Kedua konfigurasi ini sangat sensitifm sedikit kesalahan ketik saja akan mengakibatkan Oracle HS tidak berjalan dengan baik. Berikut cuplikan untuk konfigurasi tnsnames.ora.
MYSQLDB =
   (DESCRIPTION =
      (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = db.company.com)(PORT = 1521))
         (CONNECT_DATA =
            (SID = MYSQLDB)
      )
      (HS = OK)
   )
Tambahkan baris-baris di atas ke baris terakhir tnsnames.ora. Jangan lupa mengganti db.company.com pada parameter HOST dengan nama domain atau alamat IP server Oracle Linux 6.2. Lalu di listener.ora konfigurasinya menjadi:
SID_LIST_LISTENER =
  (SID_LIST =
     (SID_DESC =
        (SID_NAME = MYSQLDB)
        (ORACLE_HOME = /oracle/product/11.2.0/dbhome_1)
        (PROGRAM = dg4odbc)
     )
  )

LISTENER =
  (DESCRIPTION_LIST =
     (DESCRIPTION =
        (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = db.company.com)(PORT = 1521))
        (ADDRESS = (PROTOCOL = IPC)(KEY = EXTPROC1521))
     )
     (DESCRIPTION =
        (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = db.company.com)(PORT = 1522))
      )
   )

ADR_BASE_LISTENER = /oracle
Konfigurasi yang berwarna merah menandakan baris yang saya tambahkan di konfigurasi lama. Samakan db.company.com pada parameter HOST seperti pada tnsnames.ora. Selanjutnya kita reload konfigurasi listener Oracle dengan menjalankan perintah berikut dari terminal:
lsnrctl reload
Pastikan instance untuk layanan MySQL sudah dijalankan dengan perintah lsnrctl status yang menghasilkan output untuk SID MYSQLDB, lebih kurang seperti:
Service "MYSQLDB" has 1 instance(s).
   Instance "MYSQLDB", status UNKNOWN, has 1 handler(s) for this service...
Cek juga apakah output dari lsnrctl services sudah menampilkan instance MYSQLDB. Jika sudah, masuk ke Oracle menggunakan sqlplus, buat database link, dan coba jalankan query ke server MySQL.
sqlplus / as sysdba
create public database link mysql connect to "username" identified by "password" using 'MYSQLDB'
select from nm_tabel@mysql
mysql adalah nama database link yang kita buat pada perintah create public database link. Ganti username dan password seperti yang kita gunakan di /etc/odbc.ini. Ganti juga nm_tabel dengan nama tabel yang ada di database yang kita tetapkan di /etc/odbc.ini. Seharusnya perintah terakhir menampilkan semua record yang ada di tabel nm_tabel jika konfigurasi instalasi Oracle HS sudah tepat.

Monday, April 9, 2012

Mengenal Package Manager YUM di Fedora/CentOS

YUM yang merupakan kependekan dari Yellowdog Updater, Modified adalah kakas (tool) baris perintah (command line) untuk instlall, update, dan uninstall (remove) perangkat lunak di distro Linux berbasis package manager RPM (RPM Package Manager). RedHat, CentOS, Fedora, Oracle Linux, dan distro lain turunan RedHat menggunakan YUM sebagai package manager. YUM secara otomatis akan mencari ketergantungan (dependency) suatu perangkat lunak ketika pengguna hendak melakukan instalasi. YUM mempermudah urusan instalasi perangkat lunak yang biasanya harus dilakukan satu per satu jika menggunakan RPM.

YUM dijalankan lewat terminal, namun ada beberapa distro seperti OpenSUSE yang menyediakan GUI sebagai front end. Seperti kebanyakan perintah dasar Linux yang dijalankan lewat terminal, YUM memiliki banyak argumen perintah. Di artikel ini, kita akan membahas beberapa di antaranya.

Mencari Perangkat Lunak
Untuk mencari nama paket RPM yang tersedia di repositori distro Fedora atau CentOS, gunakan perintah yum search kata_kunci. Ganti kata_kunci dengan nama atau deskripsi perangkat lunak yang akan dicari.
yum search browser
Perintah di atas akan menampilkan semua paket RPM yang mengandung kata browser. Kita juga dapat menggunakan:
yum list
untuk menampilkan semua paket yang terpasang dan tersedia di repo. Untuk menampilkan hanya perangkat lunak yang dipasang di sistem gunakan perintah:
yum list installed
Kita juga dapat menampilkan perangkat lunak apa saja yang tersedia di repositori dengan perintah:
yum list available
Perintah berikut akan menampilkan semua paket yang memiliki update yang siap dipasang.
yum list updates
Di distro Fedora/CentOS, beberapa paket yang memiliki keterkaitan digabungkan menjadi satu grup untuk mempermudah instalasinya. Perangkat lunak yang tergabung ke dalam grup ini dapat kita tampilkan dengan perintah:
yum grouplist
Instalasi Perangkat Lunak
Perintah yang digunakan untuk instalasi perangkat lunak yang merupakan paket tunggal adalah yum install nama_paket. Jika perangkat lunak yang hendak dipasang lebih dari satu, pisahkan setiap nama paket dengan spasi. Misalnya untuk instalasi server MySQL, kita gunakan perintah:
yum install mysql-server
Selain itu kita juga dapat memasang beberapa perangkat lunak yang tergabung menjadi satu grup menggunakan perintah.
yum groupinstall Clustering
Perintah tersebut akan memasang semua paket yang terdapat di grup Clustering.

Update Perangkat Lunak
Lakukan pembaruan seluruh perangkat lunak di sistem dengan perintah berikut:
yum update
Kita juga dapat melakukan pembaruan terhadap satu perangkat lunak saja. Caranya tambahkan nama paket di akhir perintah di atas.
yum update mysql-server
Sebelumnya, pastikan dulu index di basis data YUM sudah up to date.
yum check-update
Untuk perangkat-perangkat lunak yang tergabung dalam grup, pembaruan dapat dilakukan dengan perintah:
yum groupupdate
Uninstall Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang terpasang di distro Fedora/CentOS dapat kita hapus menggunakan perintah yum remove nama_paket. Perintah ini akan menghapus paket mysql-server dari sistem:
yum remove mysql-server
Perangkat lunak yang dipasang sebagai grup juga dapat kita hapus sekaligus sebagai grup menggunakan perintah:
yum groupremove Clustering
Untuk infomasi dan dokumentasi lebih lengkap mengenai perintah-perintah YUM, silakan merujuk ke halaman manualnya.

Sunday, April 8, 2012

Tutorial Instalasi Database Oracle XE 11g R2 di Linux Fedora 16

Oracle RDBMS (Relational Database Management System) menjadi salah satu sistem basis data relasional paling banyak digunakan. Database Oracle memang sudah terbukti sebagai salah satu sistem basis data yang dapat diandalkan untuk menangani proyek besar dengan data yang juga sangat besar. Database Oracle dibuat oleh Oracle Corporation dan menjadi salah satu primadona di kalangan pekerja IT. Kemampuan menguasai database Oracle menjadi salah satu syarat yang banyak disertakan oleh para pencari karyawan IT. Oracle dirilis dalam beberapa edisi, mulai dari Standar Edition, Standar Edition One, Enterprise Edition, hingga Express Edition (XE) yang gratis namun memiliki beberapa keterbatasan. Oracle XE kelihatannya memang disediakan untuk kepentingan belajar. Ukurannya lebih kecil, kebutuhan perangkat kerasnya juga tidak setinggi edisi lainnya.

Oracle XE 11g R2 adalah rilis terbaru dan dapat diunduh gratis dari situs resmi Oracle. Berbeda dengan rilis Oracle XE 10g R2 yang hanya menyediakan installer untuk Linux arsitektur x86, rilis terbaru ini justru kini hanya menyediakan installer Linux untuk arsitektur x86_64. Jadi pastikan target sistem operasi Fedora 16 untuk instalasi juga berplatforn x86_64. Cara instalasi Fedora 16 x86_64 dapat ditemukan di artikel sebelumnya.

Usai mengunduh installer Oracle XE 11g R2, buka sebuah terminal emulator dan ganti user menjadi root. Lalu install perangkat lunak unzip yang nantinya akan digunakan untuk mengekstrak installer Oracle XE 11g R2.
su
yum install unzip
Ekstrak berkas installer Oracle XE 11g R2, gunakan perintah unzip seperti tampak pada tangkapan layar berikut ini.
Install berkas dependensi yang dibutuhkan untuk instalasi. Di sistem Fedora 16 yang saya gunakan untuk instalasi, hanya ada satu pustaka yang harus ditambahkan ke sistem. Jalankan perintah berikut sebagai root untuk instalasinya.
yum install libaio
Kemudian masuk ke direktori hasil ekstraksi tadi, jalankan perintah rpm seperti tampak pada tangkapan layar di bawah ini untuk memulai instalasi Oracle 11g R2 di Fedora 16.
Bila instalasi berjalan lancar tanpa adanya pesan galat (error), lanjutkan dengan konfigurasi database Oracle dengan menjalankan perintah:
/etc/init.d/oracle-xe configure
Biarkan saja nomor port menggunakan pilihan default pada tahap konfigurasi port-port yang akan digunakan Oracle XE.

Tentukan password untuk pengguna /, SYS, dan SYSTEM.
Jawab y untuk menjalankan layanan Oracle XE ketika komputer dihidupkan, atau n jika layanan Oracle tidak perlu dijalankan ketika komputer dihidupkan.
Setelah proses instalasi ini selesai, cek layanan Oracle dengan login menjadi user oracle.
su - oracle
lsnrctl status
Cobalah mengakses layanan Oracle menggunakan SQL*Plus atau klien lainnya jika tidak ada galat pada keluaran perintah di atas.

Tuesday, April 3, 2012

Konfigurasi Repository YUM di Oracle Linux 6

Seperti telah pernah saya sebutkan sebelumnya, Oracle menyediakan update Oracle Linux Server untuk umum. Update untuk berbagai paket-paket di Oracle Linux Server disediakan melalui Oracle Public Yum Server. Dengan tersedianya repository untuk publik ini, pengguna dapat dengan nyaman menggunakan Oracle Linux Server. Karena update terbaru biasanya menyediakan berbagai tambalan untuk lubang-lubang keamanan di rilis terdahulu. Adanya update juga akan menjamin pengguna menggunakan paket-paket yang lebih baru dengan berbagai fitur baru. Namun satu hal yang perlu dicatat, update gratis ini tidak menyediakan dukungan resmi dari Oracle. Jika membutuhkan dukungan silakan berlangganan Oracle Linux Support.

Saat ini, Oracle Public Yum Server menyediakan repository untuk Oracle Linux versi 4, 5, dan 6 serta Oracle VM. Untuk menambahkan repository ke konfigurasi YUM, jalankan perintah-perintah berikut sebagai root setelah melakukan instalasi Oracle Linux.
  1. Oracle Linux 4
  2. cd /etc/yum.repos.d
    mv Oracle-Base.repo Oracle-Base.repo.disabled
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-el4.repo
  3. Oracle Linux 5
  4. cd /etc/yum.repos.d
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-el5.repo
  5. Oracle Linux 6
  6. cd /etc/yum.repos.d
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-ol6.repo
  7. Oracle VM
  8. cd /etc/yum.repos.d
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-ovm2.repo
Secara default repository yang digunakan hanya seksi latest dari beberapa repository yang disediakan untuk setiap rilis Oracle Linux. Untuk menggunakan repository lainnya, kita harus mengubah baris  enabled=0 menjadi enabled=1.

Kemudian jalankan perintah berikut untuk menmperbarui daftar paket-paket terbaru dari reporitory Oracle.
yum list
Setelah itu, kita sudah dapat memasang paket-paket terbaru dari Oracle menggunakan YUM seperti biasa.

Friday, March 23, 2012

Membuat Virtual Machine Menggunakan PHPVirtualBox

Beberapa waktu lalu, kita sudah pernah membahas instalasi PHPVirtualBox di blog ini. PHPVirtualBox sangat cocok dipadukan dengan instalasi VirtualBox di server yang biasanya tidak menyertakan GUI. Walau sebenarnya kita bisa menggunakan versi command line dari VirtualBox, namun PHPVirtualBox memberikan banyak kemudahan. Tampilannya juga tidak terlalu jauh berbeda dengan VirtualBox Manager. Bisa dikatakan kalau sudah mahir menggunakan VirtualBox Manager, tidak akan ada kesulitan membiasakan diri menggunakan PHPVirtualBox. Hampir semua fungsi yang tersedia di VirtualBox Manager dapat kita temukan di PHPVirtualBox. Bahkan PHPVirtualBox memiliki keunggulan karena dapat diakses secara remote.

Salah satu fungsi dasar yang disediakan PHPVirtualBox adalah pembuatan virtual machine baru. Di artikel ini, kita akan mencoba membuat virtual machine menggunakan PHPVirtualBox. Pertama, akses PHPVirtualBox menggunakan browser web. Arahkan alamat URL di browser ke alamat IP server. Misalnya saja http://192.168.2.1/phpvirtualbox. Login dengan username dan password. Di halaman utama, klik tombol New untuk memulai pembuatan virtual machine.
Di halaman awal wizard, klik Next untuk memlanjutkan.
Ketik nama virtual machine, lalu pilih jenis sistem operasi dan versinya. Pilihan di sini harus cocok dengan sistem operasi yang akan di-install.
Tentukan besarnya kapasitas memori RAM yang akan dialokasikan untuk virtual machine. Besarnya alokasi ini sangat bergantung pada sistem operasi yang akan di-install nantinya. VirtualBox sendiri sudah menentukan nilai default untuk setiap sistem operasi. Namun kita masih dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Buat virtual hard disk baru, sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan sistem operasi. Ukuran minimal yang disarankan oleh VirtualBox sebesar 8GB. Namun kembali lagi, besarnya hard disk ini sangat bergantung pada sistem operasi yang nanti digunakan.
Pilih jenis format virtual hard disk yang akan digunakan. Beberapa pilihan yang tersedia, VDI, VMDK, VHD, dan HDD. Standar milik VirtualBox adalah VDI.
Tentukan apakah virtual hard disk tersebut akan memiliki ukuran yang dinamis atau tetap. Keuntungan menggunakan virtual hard disk dinamis yaitu VirtualBox akan mengalokasikan ruang hard disk sebanyak yang kita tentukan tetapi ukurannya sesuai dengan yang sudah digunakan. Tidak langsung dialokasikan saat itu juga.
Tentukan lokasi di mana virtual machine akan disimpan. Klik Next untuk melanjutkan.
Selesaikan pembuatan virtual machine dengan klik pada tombol Create.
Virtual machine baru kita siap dipasangi sistem operasi sesuai dengan pilihan kita. Selamat ngoprek!

Thursday, March 22, 2012

Step by Step Tutorial Instalasi Oracle Linux 6.2

Oracle Linux merupakan distribusi yang dikembangkan Oracle berbasiskan RedHat Enterprise Linux. Distro ini ditujukan untuk kalangan enterprise. Dengan integrasi yang baik jika diimplementasikan menjadi server untuk berbagai produk Oracle. Walaupun ditujukan untuk kalangan enterprise, Oracle Linux dapat diunduh gratis dan digunakan secara bebas. Berbeda dengan RedHat Enterprise Linux yang mewajibkan pengguna berlangganan untuk mendapatkan update, Oracle menyediakan update untuk semua penggunanya.

Sebagai distro yang dikembangkan dari RedHat Enterprise Linux, distro berlogo Pinguin mengenakan baju zirah ini menggunakan installer Anaconda milik RedHat. Instalasinya tentu saja sangat mirip dengan RedHat. Bagi Linuxer yang ingin memperdalam RedHat Enterprise Linux tapi tidak memiliki dana untuk berlangganan, Oracle Linux dapat menjadi alternatif selain distro komunitas seperti CentOS atau Scientific Linux. Installer Oracle Linux dapat diunduh dari edelivery milik Oracle. Untuk sekedar coba-coba, kita bisa menggunakan virtual machine di VirtualBox untuk instalasi.

Berikut ini adalah step by step instalasi Oracle Linux di VirtualBox.
  1. Atur sistem untuk boot lewat CD-ROM. Di layar GRUB, sorot pilihan paling atas lalu tekan Enter untuk masuk ke instalasi Oracle Linux.
  2. Untuk mempercepat instalasi, lewatkan saja pemeriksaan media CD instalasi. Pilih Skip dengan menekan tombol Tab di kibor, lalu tekan Enter.
  3. Klik OK di layar 'Welcome to Oracle Linux'.
  4. Tentukan bahasa yang akan digunakan. Tekan tombol panah atas atau panah bawah untuk bernavigasi di antara pilihan. Tekan Enter atau Tab untuk memilih OK.
  5. Di layar 'Keyboard Selection', pilih tata letak (layout) kibor yang sesuai. Kecuali menggunakan kibor nonstandar, pilih us.
  6. Pilih Re-initialize untuk memformat ulang partisi yang akan digunakan. Perlu diperhatikan bahwa tindakan ini akan menghapus semua data sebelumnya yang ada di harddisk.
  7. Sesuaikan zona waktu dengan lokasi instalasi server. Indonesia saat ini masih menggunakan tiga zona waktu. Pilih Asia/Jakarta untuk WIB, Asia/Makassar untuk WITA, atau Asia/Jayapura untuk WIT.
  8. Ketik password untuk pengguna root sebanyak dua kali untuk memastikan tidak terjadi kesalahan ketik.
  9. Jika menggunakan komputer fisik (bukan virtual machine), maka pastikan tidak salah memilih partisi yang akan digunakan di bagian ini. Karena kita menggunakan virtual machine dan hanya ada satu harddisk, kita akan memilih 'Replace existing Linux System'.
  10. Pilih 'Write changes to disk' untuk konfirmasi bahwa kita akan memformat harddisk.
  11. Proses instalasi akan berlangsung selama beberapa puluh menit.
  12. Pilih Reboot untuk masuk ke sistem Oracle Linux yang baru selesai di-install.
  13. Selamat! Sekarang kita sudah memiliki server dengan sistem operasi Oracle Linux 6.2 yang siap dioprek.