Showing posts with label Network. Show all posts
Showing posts with label Network. Show all posts

Friday, January 25, 2013

Tutorial Konfigurasi IPCop Sebagai Server DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah satu layanan yang biasanya tersedia di jaringan untuk mempermudah pengaturan alamat IP klien. Server DHCP sangat membantu pekerjaan satpam jaringan karena pengaturan akan dilakukan secara otomatis. Coba bayangkan jika suatu kantor memiliki 5 lantai dengan jumlah klien per lantai sebanyak 40 PC. Betapa melelahkannya pekerjaan seorang network administrator untuk mengurusi pengalamatan di klien-klien itu jika semuanya dilakukan secara manual.

IPCop sebagai distro Linux yang menyasar kebutuhan firewall juga datang dengan fitur DHCP. Kita hanya perlu mengaktifkan dan melakukan konfigurasi DHCP server di IPCop jika kita memilih untuk tidak mengaktifkannya di proses instalasi dan konfigurasi dasar. Aktivasi dan konfigurasinya dilakukan melalui antarmuka berbasis web dengan mengakses alamat IP server IPCop di port 8443.

Selanjutnya, pilih sub-menu "DHCP Server" dari menu "Services" dari halaman utama.

Di halaman pengaturan layanan DHCP, cek pilihan "Enabled" untuk mengaktifkan layanan ini. Tentukan juga batasan alamat yang akan diberikan ke klien yang menggunakan DHCP server di field "Start Address" dan "End Address". Field "Default lease time (mins)" secara otomatis berisi nilai 60, sesuaikan dengan kebutuhan. Isikan alamat DNS server yang akan digunakan klien pada field "Primary DNS" dan "Secondary DNS". Field lain bersifat opsional. Klik tombol "Save" untuk menyimpan dan menjalankan DHCP server.

DHCP server juga memungkinkan pemberian alamat IP yang tetap (fixed lease) untuk beberapa klien. Untuk menambahkan klien yang akan mendapatkan alamat IP tetap, klik tombol "Add a new fixed lease".

Lalu masukkan pasangan "MAC Address" dan "IP Address" serta "Router IP Address" atau alamat default gateway seperti tampak pada gambar berikut. Klik tombol "Add" untuk menyimpan perubahan ini.

Hasilnya akan muncul seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Dari sini kita dapat melakukan perubahan-perubahan seperti edit, disabled, enabled, dan remove pemberian alamat IP tetap (fixed lease).

Thursday, January 24, 2013

Tutorial Konfigurasi IPCop Sebagai Server Proxy

Setelah selesai melakukan instalasi dan konfigurasi dasar IPCop 2.0.3 maka distro Linux khusus untuk firewall ini siap digunakan. Selain sebagai firewall, IPCop juga sering digunakan sebagai server proxy. IPCop memang datang lengkap dengan fitur proxy. Kita hanya perlu mengaktifkan fitur ini dari halaman administrasi berbasis web. Biasanya fitur proxy ini diaktifkan untuk jaringan di interface GREEN. Oh ya, jika bingung dengan istilah interface RED dan GREEN silakan baca konsepnya di artikel di sana.

Untuk memulai konfigurasi server proxy di IPCop, akses halaman administrasi menggunakan web browser melalui alamat IP yang ditetapkan pada saat instalasi:

Jika muncul peringatan tentang sertifikat keamanan server, abaikan dengan klik tombol "Proceed anyway".

Isikan username dan password pada dialog yang muncul. Username adalah admin, sedangkan password sesuai dengan yang ditetapkan pada proses konfigurasi dasar.

Pilih sub-menu untuk konfigurasi proxy di menu "Services":

Status proxy setelah selesai instalasi adalah "STOPPED", kita jalankan proxy dengan mencentang pilihan "Enable on GREEN". Sesuaikan beberapa pengaturan lain seperti port yang digunakan, visible hostname, email admninistrator, dll. Aktifkan perubahan pengaturan ini dengan klik tombol "Save":

Lakukan konfigurasi di klien dengan mengubah pengaturan proxy di web browser, seperti berikut ini:

Untuk memastikan klien sudah mengakses melalui proxy server ini, aktifkan pengaturan log dari halaman pengaturan proxy. Lalu dari menu "Logs" pilih sub-menu "Proxy logs":

Wednesday, January 23, 2013

Tutorial Instalasi Distro IPCop 2.0.3 (Part 2)

Karena tulisan sebelumnya sudah terlalu panjang maka bagian konfigurasi dasar terpaksa ditulis di postingan terpisan. Bagian pertama dari tutorial ini dapat di lihat di postingan sebelumnya. Setelah proses instalasi selesai, IPCop akan menjalankan tahapan konfigurasi dasar. Di bagian ini pengguna dapat mengatur penamaan host, pengaturan jaringan, penentuan alamat IP, hingga pengaturan password untuk user-user IPCop.

Mari kita lanjutkan!
  1. Pertama sekali berikan nama host untuk server ini.
  2. Lanjutkan dengan memberikan nama domain.
  3. Pilih tipe antar muka untuk interface RED.
  4. Pilih kartu jaringan.
  5. Tentukan jenis antarmuka yang dipilih di langkah sebelumnya. GREEN untuk kartu yang terhubung ke jaringan lokal.
  6. Kembali ke langkah empat dan lima. Pilih RED untuk kartu jaringan yang terhubung ke Internet.
  7. Pastikan dua kartu jaringan sudah diberi warna.
  8. Masukkan pengaturan alamat IP untuk kartu jaringan GREEN.
  9. Tentukan nama host untuk kartu jaringan RED jika menggunakan DCHP.
  10. Masukkan DNS server yang akan digunakan.
  11. Tentukan apakah server DHCP akan dijalankan atau tidak. Jika dijalankan tentukan juga alamat yang akan tersedia di server DHCP.
  12. Tentukan password untuk root.
  13. Tentukan password untuk admin, user ini akan digunakan melalui antarmuka web.
  14. Tentukan password untuk user backup, user ini nantinya akan digunakan untuk backup dan restore konfigurasi IPCop.
  15. Konfigurasi dasar selesai.

Tutorial Instalasi Distro IPCop 2.0.3 (Part 1)

IPCop merupakan salah satu distro GNU/Linux yang mempunyai spesialisasi sebagai distro firewall dan proxy. Beberapa fitur yang disediakan IPCop di antaranya firewall dengan iptables, proxy dengan Squid, VPN dengan OpenVPN, time server, dll. Distro ini sangat cocok untuk mereka yang tidak mau repot mengatur dan mengoptimasi firewall dan proxy menggunakan command line. Untuk memudahkan pengguna, IPCop menyediakan antarmuka berbasis web yang mudah digunakan. Ukuran distro ini juga sangat kecil, installer-nya hanya 60,3 MB.

Sebelum memulai instalasi IPCop perlu diperhatikan bahwa installer akan menggunakan seluruh kapasitas harddisk. Jadi pastikan tidak ada penting di dalam PC yang akan digunakan untuk instalasi. Spesifikasi hardware PC yang digunakan juga tidak perlu terlalu bagus. IPCop masih akan berjalan lancar di atas PC dengan spesifikasi menengah ke bawah. Installer IPCop dapat diunduh dari situs resminya.

Berikut ini adalah step by step instalasi IPCop 2.0.3:
  1. Pastikan PC sudah diatur untuk booting dari CD. Pengaturan ini dapat dilakukan melalui BIOS. Di awal instalasi tekan tombol Enter untuk melanjutkan.
  2. Pilih bahasa yang akan digunakan.
  3. Konfirmasi untuk melanjutkan instalasi dengan memiliki Ok.
  4. Pilih jenis papan ketik yang digunakan.
  5. Pilih zona waktu di mana server berada.
  6. Pastikan pengaturan waktu sudah benar.
  7. Tentukan harddisk yang akan digunakan untuk instalasi.

  8. Konfirmasi dengan memilih Ok.
  9. Pilih tipe instalasi. Jika menggunakan flash card, sebaiknya pilih Flash karena akan memperpanjang umur kartunya.
  10. Instalasi akan berlangsung beberapa saat, tunggu hingga selesai.
  11. Jika punya salinan konfigurasi dari instalasi IPCop sebelumnya, inilah saat yang tepat bila ingin menggunakannya.
  12. Instalasi selesai. Bagian selanjutnya adalah konfigurasi dasar.
Bersambung ke Part 2

Tuesday, December 4, 2012

Install MySQL Workbench di Linux Mint


MySQL Workbench adalah DBA sederhana dan pengembang sebuah tools terintegrasi untuk:
  • Database Design & Modeling
  • SQL Development (replacing MySQL Query Browser)
  • Database Administration (replacing MySQL Administrator)
Kita dapat membuat Desain dan Model tebel database dengan mudah menggunakan MySQL Workbench.


Bagaimana Menginstall MySQL Workbench di Linux Mint

1. Silahkan download MySQL Workbench di sini
2. Pada Select Platform, pilih Ubuntu Linux, 

    kemudian pilih versi Ubuntu yang digunakan.
   

   (Linux Mint 14 "Nadia" = Ubuntu 12.04, Linux Mint 13 "Maya" = Ubuntu 11.04 dst)
   Silahkan klik Download MySQL Workbench pada versi Ubuntu (.deb file)
3. Untuk menginstallnya silahkan masuk ke Terminal dan masuk ke direktori tempat file berada, 
    Ketik command line:

    sudo dpkg -i mysql-workbench-gpl-5.2.44-1ubu1004-i386.deb

    masukkan root password, dan tunggu hingga proses selesai
    jika muncul beberapa kesalahan (error), ketik command line:  

    sudo apt-get install -f

    silahkan tunggu prosesnya dan tharaaa, mySQL siap digunakan.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat...

Sumber : How to Install MySQL Workbench on Ubuntu


Monday, November 19, 2012

Hostapd, aplikasi Wifi Router untuk Linux

Hostapd adalah aplikasi yang dapat kita gunakan untuk membuat laptop/PC kita menjadi wifi router, mungkin sama dengan aplikasi connectivity di Windows (dan beberapa aplikasi lain di Windows). Hostapd adalah aplikasi wifi router untuk Linux. Di sini yang akan kita pelajari adalah cara melakukan instalasi dan mengatur akses point menggunakan Hostapd di Ubuntu (karena Linux Mint merupakan salah satu varian Ubuntu, kita juga dapat menggunakannya untuk Linux Mint).
Berikut ini langkah-langkah yang diperlukan agar kita dapat menggunakan Hostapd di Ubuntu dan variannya.

Mengecek Wifi Card pada Laptop


Hal pertama ialah mengecek wifi apakah suport untuk menjalankan Hostapd. berikut perintahnya :

1
lspci -k | grep -A 3 -i "network"

dan outputnya seperti ini :
0b:00.0 Network controller: Atheros Communications Inc. AR928X Wireless Network Adapter (PCI-Express) (rev 01) Subsystem: Quanta Microsystems, Inc EM303 802.11bgn Wireless Mini PCIe Card [AR9281] Kernel driver in use: ath9k Kernel modules: ath9k

pada Kernel Modules menunjukan bahwa kartu wifi yang saya gunakan adalah ath9k

sekarang bagaimana melihat rincian interface yang saya gunakan.

1
modinfo ath9k | grep 'depend'

outputnya seperti ini :
depends: ath9k_hw,ath9k_common,mac80211,cfg80211,ath

modinfo menunjukan bahwa wifi card yang saya pakai ialah mac80211 ini berarti wifi card saya suport untuk menggunakan Hostapd

Beberapa Driver wifi card yang di suport oleh Hostapd

jika wifi card yang di pakai teman-teman didukung oleh Hostapd seperti pada daftar di atas maka mari kita ketahap selanjutnya. jika tidak, berarti tidak bisa ke tahap berikutnya (udah kayak main game saja eee... :D)

Menginstall Hostapd

Langkah selanjutnya ialah menginstall Hostapd, berikut perintah untuk menginstall Hostapd pada ubuntu. (sesuaikan saja dengan distro yang di pakai teman-teman :D)
1
sudo apt-get install hostapd

Konfigurasi Hostapd

Untuk file Konfigurasi terletak pada /etc/hostapd/hostapd.conf berikut perintah untuk memanggilnya :
1
sudo nano /etc/hostapd/hostapd.conf
jika hostapd.conf tidak ada pada direktori hostapd silahkan buat sendiri. untuk teks editor silahkan di pilih sesuai selera, bisa pakai gedit, vim dan lain-lain. pada perintah diatas saya pakai nano :D.
Untuk Konfigurasinya saya tulis seperti ini (silahkan copas atau ketik sendiri)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
interface=wlan0
driver=nl80211
ssid=dontMessWithVincentValentine **untuk nama SSID silahkan ganti sesuai selera
hw_mode=g
channel=6
macaddr_acl=0
auth_algs=1
ignore_broadcast_ssid=0
wpa=3
wpa_passphrase=TesTWifI **untuk password juga silahkan ganti
wpa_key_mgmt=WPA-PSK
wpa_pairwise=TKIP
rsn_pairwise=CCMP

Mengatur DHCP Server

hostapd sudah berjalan dengan baik, sekarang ialah mengatur DHCP Server agar client mendapat IP ketika mengakses Akses Point. Untuk mengistall DHCP cukup mudah dengan perintah :
1
sudo apt-get install dhcp3-server
kemudian edit file yang terletak pada /etc/dhcp/dhcpd.conf sebagai berikut ; (tinggal di sesuaikan sesuai selera :D)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
ddns-update-style none;
ignore client-updates;
authoritative;
option local-wpad code 252 = text;
subnet
10.0.0.0 netmask 255.255.255.0 {
# --- default gateway
option routers
10.0.0.1;
# --- Netmask
option subnet-mask
255.255.255.0;
# --- Broadcast Address
option broadcast-address
10.0.0.255;
# --- Domain name servers, tells the clients which DNS servers to use.
option domain-name-servers
10.0.0.1, 8.8.8.8, 8.8.4.4;
option time-offset
0;
range 10.0.0.3 10.0.0.13;
default-lease-time 1209600;
max-lease-time 1814400;
}

Langkah Terakhir


Untuk Langkah terakhir ialah tinggal membuat bash agar NAT dapat berbagi internet dalam satu interface network agar client dapat terhubung melalui Hostapd.
buat file dengan nama terserah :D, saya mengikuti nama bash sesuai blog yang saya ikuti yaitu initSoftAP, kemudian Copas scrit bash berikut!
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
#!/bin/bash
#Initial wifi interface configuration
ifconfig $1 up 10.0.0.1 netmask 255.255.255.0
###########Start DHCP, comment out / add relevant section##########
dhcpd wlan0 &
###########
#Enable NAT
iptables --flush
iptables --table nat --flush
iptables --delete-chain
iptables --table nat --delete-chain
iptables --table nat --append POSTROUTING --out-interface $2 -j MASQUERADE
iptables --append FORWARD --in-interface $1 -j ACCEPT
sysctl -w net.ipv4.ip_forward=1
#start hostapd
hostapd /etc/hostapd/hostapd.conf 1>/dev/null
simpan dengan nama initSoftAP pada folder /home (terserah mau simpan dimana yang penting bisa dipanggil untuk di eksekusi :D). Kemudian rubah permision file agar dapat di eksekusi dengan perintah :

1
chmod +x initSoftAP
sedankan untuk menjalankannya tinggal memanggil file initSoftAP dengan perintah :
1
sudo ./initSoftAP wlan0 eth0
sedangkan untuk modem tinggal menganti eth0 menjadi ppo0
Sekian dulu, semoga bisa membantu