Friday, October 19, 2012

Thariq Bin Ziyad, Sang Penakluk Spanyol

Setelah Rasulullah saw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama -Asia, Afrika, dan Eropa-pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umaiyah.
Sebelumnya, sejak tahun 597 M, Spanyol dikuasai bangsa Gotic, Jerman. Raja Roderick yang berkuasa saat itu. Ia berkuasa dengan lalim. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kelas sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.
Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.
Akibat klasifikasi sosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan. Sebagian besar mereka hijrah ke Afrika Utara. Di sini di bawah Pemerintahan Islam yang dipimpin Musa bin Nusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmati kemakmuran. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen. Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda -yang dinodai Roderick-ikut mengungsi.
Melihat kezaliman itu, Musa bin Nusair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyampaikan Islam ke negeri itu. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memberi izin. Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.
Kamis, 4 Ramadhan 91 Hijriah atau 2 April 710 Masehi, Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utara menggunakan 8 kapal dimana 4 buah adalah pemberian Gubernur Julian. Tanggal 25 Ramadhan 91 H atau 23 April 710 H, di malam hari pasukan ini mendarat di sebuah pulau kecil dekat Kota Tarife yang menjadi sasaran serangan pertama.
Di petang harinya, pasukan ini berhasil menaklukan beberapa kota di sepanjang pantai tanpa perlawanan yang berarti. Padahal jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak. Setelah penaklukan ini, Abu Zar’ah pulang. Keberhasilan ekspedisi Abu Zar’ah ini membangkitkan semangat Musa bin Nusair untuk menaklukan seluruh Spanyol. Maka, ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk penaklukan yang kedua.
Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri.
Senin, 3 Mei 711 M, Thariq membawa 70.000 pasukannya menyeberang ke daratan Eropa dengan kapal. Sesampai di pantai wilayah Spanyol, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar -diambil dari bahasa Arab “Jabal Thariq”, Bukit Thariq. Lalu ia memerintahkan pasukannya membakar semua armada kapal yang mereka miliki.
Pasukannya kaget. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain.
Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata, “Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa!”
Kini pasukannya paham. Mereka menyambut panggilan jihad Panglima Perang mereka itu dengan semangat berkobar.
Lalu Thariq melanjutkan briefingnya. “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan.
Musuh dengan jumlah pasukan yang besar dan persenjataan yang lengkap telah siap menyongsong kalian. Sementara senjata kalian hanyalah pedang. Kalian akan terbantu jika kalian berhasil merebut senjata dan perlengkapan musuh kalian. Karena itu, secepatnya kalian harus bisa melumpuhkan mereka. Sebab kalau tidak, kalian akan menemukan kesulitan besar. Itulah sebabnya kalian harus lebih dahulu menyerang mereka agar kekuatan mereka lumpuh. Dengan demikian semangat juang kita akan bangkit.
Musuh kalian itu sudah bertekad bulat akan mempertahankan negeri mereka sampai titik darah penghabisan. Kenapa kita juga tidak bertekad bulan untuk menyerang mereka hingga mati syahid? Saya sama sekali tidka bermaksud menakut-nakuti kalian. Tetapi marilah kita galang rasa saling percaya di antara kita dan kita galang keberanian yang merupakan salah satu modal utama perjuangan kita.
Kita harus bahu membahu. Sesungguhnya saya tahu kalian telah membulatkan tekad serta semangat sebagai pejuang-pejuang agama dan bangsa. Untuk itu kelak kalian akan menikmati kesenangan hidup, disamping itu kalian juga memperoleh balasan pahala yang agung dari Allah swt. Hal itu karena kalian telah mau menegakkan kalimat-Nya dan membela agama-Nya.
Percayalah, sesungguhnya Allah swt. adalah penolong utama kalian. Dan sayalah orang pertama yang akan memenuhi seruan ini di hadapan kalian. Saya akan hadapi sendiri Raja Roderick yang sombong itu. Mudah-mudahan saya bisa membunuhnya. Namun, jika ada kesempatan, kalian boleh saja membunuhnya mendahului saya. Sebab dengan membunuh penguasa lalim itu, negeri ini dengan mudah kita kuasai. Saya yakin, para pasukannya akan ketakutan. Dengan demikian, negeri ini akan ada di bawah bendera Islam.”
Mendengar pasukan Thariq telah mendarat, Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara dengan persenjataan lengkap. Ia memimpin langsung pasukannya itu. Musa bin Nusair mengirim bantuan kepada Thariq hanya dengan 5.000 orang. Sehingga total pasukan Thariq hanya 12.000 orang.
Ahad, 28 Ramadhan 92 H atau 19 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu dan bertempur di muara Sungai Barbate. Pasukan muslimin yang kalah banyak terdesak. Julian dan beberapa orang anak buahnya menyusup ke kubu Roderick. Ia menyebarkan kabar bahwa pasukan muslimin datang bukan untuk menjajah, tetapi hanya untuk menghentikan kezaliman Roderick. Jika Roderick terbunuh, peperangan akan dihentikan.
Usaha Julian berhasil. Sebagian pasukan Roderick menarik diri dan meninggalkan medan pertempuran. Akibatnya barisan tentara Roderick kacau. Thariq memanfatkan situasi itu dan berhasil membunuh Roderick dengan tangannya sendiri. Mayat Roderick tengelam lalu hanyat dibawa arus Sungai Barbate.
Terbunuhnya Roderick mematahkan semangat pasukan Spanyol. Markas pertahanan mereka dengan mudah dikuasai. Keberhasilan ini disambut gembira Musa bin Nusair. Baginya ini adalah awal yang baik bagi penaklukan seluruh Spanyol dan negara-negara Eropa.
Setahun kemudian, Rabu, 16 Ramadhan 93 H, Musa bin Nusair bertolak membawa 10.000 pasukan menyusul Thariq. Dalam perjalanan ia berhasil menaklukkan Merida, Sionia, dan Sevilla. Sementara pasukan Thariq memabagi pasukannya untuk menaklukkan Cordova, Granada, dan Malaga. Ia sendiri membawa sebagian pasukannya menaklukkan Toledo, ibukota Spantol saat itu. Semua ditaklukkan tanpa perlawanan.
Pasukan Musa dan pasukan Thariq bertemu di Toledo. Keduanya bergabung untuk menaklukkan Ecija. Setelah itu mereka bergerak menuju wilayah Pyrenies, Perancis. Hanya dalam waktu 2 tahun, seluruh daratan Spanyol berhasil dikuasai. Beberapa tahun kemudian Portugis mereka taklukkan dan mereka ganti namanya dengan Al-Gharb (Barat).
Sungguh itu keberhasilan yang luar biasa. Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad berencana membawa pasukannya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa. Sebab, waktu itu tidak ada kekuatan dari mana pun yang bisa menghadap mereka. Namun, niat itu tidak tereaslisasi karena Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memanggil mereka berdua pulang ke Damaskus. Thariq pulang terlebih dahulu sementara Musa bin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.
Setelah bertemu Khalifah, Thariq bin Ziyad ditakdirkan Allah swt. tidak kembali ke Eropa. Ia sakit dan menghembuskan nafas. Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya di lembar sejarah sebagai putra asli Afrika Utara muslim yang menaklukkan daratan Eropa.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/06/765/thariq-bin-ziyad-sang-penakluk-spanyol/#ixzz29kXrzIyg

Ubah Server Repositori Pada Ubuntu 12.10 (Quantal Quetzal)

Untuk membuat download software pada Ubuntu lebih cepat tentunya kita harus memilih server repositori yang tepat untuk sistem Ubuntu 12.10 (Quantal Quetzal) sehingga proses download, update dan upgrade paket menjadi lebih  cepat.

- Jalankan perintah:

sudo software-properties-gtk

- Pilih tab "Ubuntu Software":

Download from: Main server, ganti menjadi server yang tercepat untuk negara kita, saya memilih server dari Kambing UI


- Pada tab "Other Software" pastikan terpilih:

* Canonical Partners
* Canonical Partners (Source Code)


- Tutup dan jalankan perintah:
 
 
Sumber : Patenpisan.com

" GHAZWUL FIKRI " terhadap Muslim Indonesia

Ghazwul Fikri berasal dari Bahas Arab yaitu “ Gozwah “ berarti “Perang” dan “ Fikri “ berarti “ Pemikiran “.Allah SWT berfirman :
“ mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut ( ucapan-ucapan ) mereka,tetapi Allah tetap menyempurnakan Cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya “. ( Q.S As-Shaf ; 8 ).
Ghazwul Fikri merupakan perang pemikiran yang di cetuskan oleh kaum musyriki dengan tujuan menghancurkan agama Allah SWT.

Awal Mula Ghazwul Fikri di Indonesia

Pada akhir abad ke-15 M,datanglah bangsa eropa ke kepulauan Nusantara,sudah terlihat sifat buruk mereka yang rakus untuk menguasai alam Nusantara,apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka,sehingga semangat perang salib selalu di bawa-bawa setiap kali mereka menundukan suatu daerah.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara,namun di sisi lain membuat pedalaman aqidah Islam tidak merata. Hanya kalangan Pesantren/Madrasah saja yang mendalami keislaman,itu pun biasanya hanya terbatas pada Madzhab Syafi’I,sedangkan pada kaum muslimin kebanyakan terjadi pencampuran aqidah dengan tradisi pra-Islam. Kalangan penyanyi yang dekat dengan belanda malah sudah terjangkit gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknnya masih terjadi hingga sekarang. Firman Allah SWT :
“ mereka ingin kamu menjadi kafir sebagaimana sama ( dengan mereka ). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman ( mu ),sebelum mereka berpindah pada jalan Allah.. “ ( Q.S An-Nisa ; 89 )


C. Tahapan Ghazwul fikri

Kondisi umat yang ada sekarang sehubungan dengan rencana Ghazeul Fikri ( Perang Pemikiran ) sangat mempengaruhi beberapa aspek diantaranya aspek pendidikan,politik dan pemerintahan,social dan aspek ekonomi.


1.Aspek Pendidikan
Negara Indonesia merupakan Negara yang di ajarkan di sekolah-sekolah selain pesantren atau madrasah. Saat ini hanya 2 jam dalam satu pecan sebab masih mengadopsi kosep barat. Adapun lemahnya pendidikan di sebabkan oleh rapuhnya strategi atau pincangnya pengaturan langkah kerja. Sesungguhnya lemah pendidikan agama itu merupakan kepincangan yang secara perlahan akan melahirkan penyakit subur bagi tumbuhnya pergaulan bebas di kalangan remaja,terjadinya tindakan-tindakan ekstrim,pemahaman-pemahaman yang sempit dalam bidang agama sebab adanya penjelasan–penjelasan ilmu yang tidak jelas sehingga tidak utuhnya pemahaman muslim tentang etika ,hokum dan ajaran –ajaran Islam yang benar.

2.Politik dan Pemerintahan
Ghazwul Fikri dalam aspek ini melanda pemimpin dan kementrian di negri ini,adanya saling berebut kekuasaan dan semangat kerja yangberlebihan/gila kerja sehingga meninggalkan kewajiban sebagai muslim yang mengakibatkan lemahnya kualitas SDM Negara dan masyarakat yang ada di negri ini.
Lemahnya politik dan pemerintahan pun disebabkan tidak pahamnya hakikat politik,sikap,realitas konflik yang terjadi dan kurangnya pemahaman politik dan pemerintahan dalam dasar-dasar islam,dsb.

3.Sosial

Ghazwul Fikri di tatanan social semakin nyata di antara nya adalah fashion yang tidak menutupi Aurat dan tidak dalam konteks keislaman untuk seorang wanita,pergaulan bebas,Valentine Day’s,gaya hidup yang berlebihan,ghuluw (melampaui batas wajar dalam mengagumi seseorang) dan masih banyak hal temasuk tradisi jahiliyah yang sengaja di sosialisasikan oleh musuh-musuh Allah sebagai Perang Pemikiran yang di tuujukan pada muslim indonesia terutama para remajanya.
“ dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui,karena pendengaran,penglihatan dan hati nurani. Semua itu akan diminta pertanggung jawabannya “

4.Aspek Ekonomi

Dalam aspek ini harus kita sikapi dengan kritis. Apalagi karena kita sebenarnya sudah lama sekali bergelut dengan roda Ekonomi yang terlepas dari dasar Islam. Meskipun saat ini ekonomi berlandaskan syari’ah mulai dilirik oleh perekonomian Indonesia namun masih ada aspek-aspek perekonomian yang tidak berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Seperti riba,judi,korupsi,penipuan dan kecurangan dalam berjual beli,utang piutang kerjasama modal usaha, kerjasama mitra usaha dan investasi. Semua merupakan jalan Ghazwul yang dilancarkan orang-orang musyrik,terhadap muslim Indonesia.
Adapun usaha musuh-musuh Islam untuk penghancuran di bidang ekonomi selain yang dijelaskan diatas tadi,yaitu beredarnya produk-produk yang mengandung zat-zat haram,yang menjadikan tubuh kita kotor.



D. Sebab-Sebab Ghazwul Fikri


1) Mengikuti hawa nafsu ( Q.S Al-Jasyiyah : 23 )
2) Prasangka buruk pada Allah ( Q.S Al-Fath : 6, An-Nur :50 )
3) Pendeta yang mengajak bid’ah ( Q.S Al-An’am :31, At-Taubah : 31 )
4) Ghuluw terhadap manusia

E. Bahaya dan Akibat Ghazwul Fikri

Ghazwul Fikri merupakan sumber malapetaka yang mengancam umat islam. Diantara bahayanya adalah sebagai berikut :

1) Tertipu ( Q.S Fathir : 6 )
2) Cenderung pada orang kafir ( Q.S Hud : 13 )
3) Mencintai orang kafir ( Q.S Al-Imran : 8-11 )
4) Menaati orang kafir ( Q.S Muhammad : 26 )
5) Mengikuti tata cara hidup orang kafir ( Q.S Al-Baqarah : 120 )
6) Menyerupai prilaku dan penampilan orang kafir ( Q.S Al-Maidah : 51 )
7) Memberikan loyalitas kepada orang kafir ( Q.S Al-Maidah : 51 )

Akibatnya :
1 Kehinaan
2 Mudah dikendalikan
3 Terjatuh dalam syirik
4 Allah berlepas pada dirinya
5 Murtad
6 Umat islam seperti buih yang ringan timbanganya dan mengikuti arus.

Kesimpulan


Dewasa ini efek globalisasi semakin terasa,begitupun Ghazwul Fikri semakin terasa ,terutama di beberapa aspek di antaranya aspek pendidikan,politik dan pemerintahan,ekonomi dan social. Oleh sebab itu kita sebagai generasi muda islam,hendaklah memahami akan bahaya dan aspek-aspek yang mempengaruhi kepribadian,moral bahkan aqidah.
Dengan asas pemahaman pendidikan agama yang benar ,yang menghasilkan akhlak,budi pekerti yang baik sehingga menjadikan keluarga,lingkungan dan Negara bangkit dari keterpurukan penjajahan ideologis yang mengancam semua muslim Indonesia.
Generasi islam merupakan generasi penerus bangsa yang di tangannya terdapat cita-cita perbaikan bangsa,generasi muda adalah para pemimpin masa depan yang harus dapat membaca situasi dan kondisi atas permasalahan saat ini dengan pengendalian di jalan islam.
Dengan kata lain generasi mudalah yang harus ada di barisan pertama dalam menentang Ghazwul Fikri terhadap muslim di Indonesia karena generasi muda mempunyai potensi seperti positively ( berpikir posotif ), opportunity ( peluang ), willinges ( kemauan keras ), elastisitas ( kemampuan untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang variatif )

Sumber : http://unatantik.blogspot.com/2011/11/ghazwul-fikri-terhadap-muslim-indonesia.html