Di zaman Rasulullah SAW masih hidup, Al-Quran merupakan hal yang benar-benar dijadikan tuntunan. Kehadirannya sangat ditunggu-tunggu oleh para sahabat. Apabila ada satu masa dimana ayat Al-Quran tidak turun di sana, maka sabahat akan bertanya-tanya kepada rasul. Sikap sahabat terhadap Al-Quran bak ajudan pada pemimpinnya. Semua hal yang termaktub di dalam Al-Quran akan langsung diamalkan oleh Rasul dan para sahabat tanpa banyak bertanya. Keseharian para sahabat pun tidak pernah lepas dari interaksi dengan Al-Quran. Hal ini yang menyebabkan generasi sahabat sering disebut dengan generasi yang unik karena mereka sangat rindu untuk berinteraksi dengan Al-Quran.
Satu hal yang membuat sahabat di zaman itu sangat merindukan berinteraksi dengan Al-Quran adalah keistimewaan yang Allah berikan bagi siapa saja yang banyak berinteraksi dengannya. Hidup di bawah naungan Al-Quran mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan yang didapat. Tidak hanya itu, jalan-jalan akan dibukakan oleh Allah ketika Al-Quran dijadikan penaung dalam hidup.
Al-Quran memang dahsyat. Kedahsyatannya terlihat dari bagaimana Al-Quran menjadikan orang yang awalnya berada di dalam kegelapan menuju cahaya hidayah. Begitu hebatnya Al-Quran dapat menshibghoh seseorang. Orang yang tersibghoh Al-Quran akan visioner dan tidak akan berpikir pendek karena Quran mengajarkan untuk mempersiapkan hari esok dengan sebaik-baik amal. Di zaman ini, sosok yang visioner hingga kehidupan setelah kematian sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu, kehadiran pemimpin yang tersibghoh Al-Quran ini sangat ditunggu keberadaaanya. Sosok pemimpin yang tak hanya istimewa dalam wawasan kenegaraan dan kemampuan memimpin saja, namun sosok yang juga menjadi seorang ahlul Al-Quran.
Jika berbicara tentang sosok ahlul Al-Quran, maka semua sepakat bahwa Rasulullah adalah teladan yang paling utama. Bahkan Aisyah ra sendiri mengatakan bahwa akhlak Rasul adalah Al-Quran. Oleh karena itu, di zaman Rasul, cara yang paling efektif untuk mempelajari Al-Quran adalah memperhatikan gerak-gerik Rasul. Tidak heran zaman itu banyak sekali sahabat yang ingin bertemu dan meminta nasihat langsung dari Rasul. Rabi’ah bin Ka’ab bahkan meminta kepada Rasul agar ia diizinkan menemani Rasul hingga ke syurga.
Di zaman sekarang, tidak hadirnya Rasul tidak menjadi alasan untuk tidak mempelajari dan mengamalkan Al-Quran, karena di luar sana banyak sekali musuh Islam yang telah menyiapkan beribu cara agar Islam ini hancur. Mereka tahu bahwa satu-satunya cara agar Islam hancur adalah menjauhkan umat Islam dari sumber utama ajaran Islam, yaitu Al-Quran. Maka, banyak sekali metode-metode yang mereka gunakan untuk menjauhkan umat Islam dari Quran. Oleh karena itu, sebagai umat Islam dan aktivis dakwah, sudah tidak ada toleransi lagi terkait interaksi dengan Al-Quran. Dalam arti, aktivis dakwah harus senantiasa berinteraksi dengan Quran apapun kondisinya. Hal ini dikarenakan aktivis dakwah memiliki satu tugas penting yaitu menginstalasi Al-Quran agar ajaran yang termaktub di dalam Al-Quran sampai di masyarakat.
Tulisan ini dimuat di IslamituIndah
Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Saturday, February 16, 2013
Guru dan Murid
Di suatu malam, seorang guru bertanya kepada anak didiknya.
Guru pun bertanya kembali..
Guru pun kembali berbicara:
Sumber : Guru Tobi
Siapa disini yang shalatnya selalu di masjid?Murid pun menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh sang guru. Ada yang shalatnya rajin ke masjid, namun tahajjudnya lepas. Ada yang baru bisa konsisten tilawah namun sulit untuk melakukan dhuha.
Siapa yang harinya tak pernah lepas dari tahajjud?
Siapa yang hari-harinya selalu dihiasi dengan dhuha?
Siapa disini yang setiap harinya selalu terdengar lantunan tilawah Ayat suci Al-Qur’an?
….
Guru pun bertanya kembali..
Shalat? berapa persen shalat kita yang khusyuk?Murid pun terdiam. sadar bahwa amalan mereka yang begitu kecil ternyata juga belum tentu memiliki nilai yang baik.
Berapa banyak tahajjud yang kita lakukan? apakah kita ikhlas?
infaq, zakat? berapa banyak harta yang kita keluarkan? bandingkan dengan harta yang kita keluarkan untuk kepentingan dunia.
Ibadah lain? berapa banyak dan seberapa berkualitas ibadah kita?
Guru pun kembali berbicara:
Jika kita hanya mengandalkan amal ibadah kita agar diri kita masuk surga. maka yakin lah, bahwa amal kita tak akan pernah cukup.
Maka kita harus pastikan diri kita, memiliki amalan yang nilainya terus mengalir, walau diri kita sedang beristirahat, ataupun saat jiwa kita sudah diambil oleh Allah.
Saat kita mengajarkan kebaikan atau sebuah amalan kepada orang lain, dan orang tersebut mengerjakan serta mengajarkan kembali kebaikan itu. maka kita akan mendapatkan ‘transfer’ amalan dari setiap orang yang melaksanakan.
Jangan pernah merasa cukup atas amal yang sudah kita perbuat. teruslah mengajak dan mengajarkan kebaikan pada orang lain
Sumber : Guru Tobi
Saturday, November 17, 2012
ARTI NAMA IHSAN
Ihsan (bahasa Arab: احسان) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti "kesempurnaan" atau "terbaik." Dalam terminologi agama Islam, Ihsan berarti seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.
Rukun Ihsan hanya ada satu. Sesuai dengan sabda Rasul yang mengatakan bahwa terdapat 1 perkara dalam Ihsan, yaitu: Dalam ibadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatnya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Untuk itu, sudah sepatutnya kita selalu mendekatkan diri pada Allah SWT, melakukan amal soleh, dan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (An Nahl:128)
Rukun Ihsan hanya ada satu. Sesuai dengan sabda Rasul yang mengatakan bahwa terdapat 1 perkara dalam Ihsan, yaitu: Dalam ibadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatnya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Untuk itu, sudah sepatutnya kita selalu mendekatkan diri pada Allah SWT, melakukan amal soleh, dan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (An Nahl:128)
Friday, November 9, 2012
Dakwah Islam Melalui Pacaran ??!!
| Dakwah Islam adalah salah satu bentuk media jihad yang terdapat di dalam agama Islam. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menyebarkan ilmu pengetahuan, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang biasanya terdapat di dalam dakwah Islam. Dakwah Islam adalah salah satu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana firman Allah swt berikut: “Serulah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah1 dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. QS. An Nahl (16) : 125 “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar1, merekalah orang-orang yang beruntung”. QS. Ali Imron (3) : 104 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”. QS. Ali Imron (3) : 110 Lalu bagaimana kaitan antara dakwah Islam dengan pacaran? Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa pacaran itu dilarang menurut pandangan Islam. Namun ada pula golongan yang mengatakan bahwa pacaran boleh-boleh saja asal nggak kebangetan. Bahkan, ada pula seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah yang akhirnya menggunakan pacaran sebagai media dakwah. Ia berpendapat bahwa dengan pacaran akan membuatnya lebih intensif dalam mendakwahi pasangannya. Benarkah demikian? Memang larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara eksplisit. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini. Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran. Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun banyak sekali dalil yang dapat di jadikan sebagai rujukan untuk pelarangan pacaran tersebut. Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA. "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra [17] : 32). Lalu, apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu? Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk/manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll. Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsure tersebut adalah di larang. Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut: Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya…” (HR Bukhari & Muslim) Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al Quran berikut: “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” (Bukhori dan Muslim) "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad). “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386) "Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai'at. Beliau tidak memba'iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba'iat kalian." (HR. Bukhori) "Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR Malik , Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) Telah berkata Aisyah RA, "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai'atnya (mengambil janji) dengan perkataaan." (HR. Bukhari dan Ibnu Majah). "Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram" . (HR Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani) “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.” (HR. Ahmad) Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR Muslim) “Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya (lawan-jenis) yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu (syahwat)-nya.” (QS al-Ahzab [33]: 32) Sekarang pertanyaannya, “Apakah di dalam pacaran terdapat unsur-unsur sebagaimana yang telah disebutkan pada dalil-dalil diatas?” Kalau memang ada, maka jelas bahwa pacaran itu DILARANG di dalam Islam, dengan alasan apapun. Jika dengan keterangan-keterangan yang sudah diuraikan secara jelas di atas ternyata masih ada saja yang mengatakan bahwa pacaran itu BOLEH, maka patut dipertanyakan, “Apa atau yang mana dalilnya?”. Jangan mengatas namakan dakwah islam untuk menghalalkan pacaran! Sebagai aktivis dakwah islam, tentunya kita tahu bahwa antara laki-laki dan perempuan (ikhwan dan akhwat) itu sudah ada seksi dakwah islamnya masing-masing (anggaplah SEKSI DAKWAH ISLAM=penulis). Maksudnya adalah, bagi akhwat/perempuan, di sana ada murobbiyah yang khusus menangani dakwah islam dikalangan akhwat, dan disana juga sudah disediakan murobbi yang menangani dakwah islam khusus dikalangan ihkwan secara intensif. Diluar itu, ikhwan punya rekan sesama ikhwan untuk sekedar bertanya atau konsultasi, begitu pula akhwat. Selain itu, untuk dakwah islam atau ta’lim lain yang lebih bersifat umum, yang dapat dihadiri oleh ikhwan dan akhwat pun sudah ada, seperti seminar, dll. Seminar, bedah buku, itu boleh dihadiri oleh ikhwan dan akhwat namun tetap menghindarkan adanya percampuran ataupun berdua-duaan. Maka serahkan saja urusan akhwat ini kepada akhwat juga atau kepada murobbiah-nya. Kalaupun ada kepentingan, sekedar menyampaikan saran atau masukan, sampaikan saja melalui rekan akhwatnya, bukannya kita yang harus turunlangsung. Atau silahkan saja sampaikan secara langsung dengan tidak melalui media pacaran dan menghindari unsur-unsur yang mengarah pada MENDEKATI ZINA, sebagaimana telah disampaikan di atas. Kalau berbicara masalah “ingin berdakwah islam lebih intensif”, banyak cara lain yang dapat kita lakukan. Kalau ingin mendakwah islami orang, ya pilih yang ikhwan juga dong, jangan yang akhwat. Kalau yang akhwat, sampaikan saja kepada rekan akhwat kita, bereskan? Lagipula, andaipun kita hendak melakukan dakwah Islam kepada seluruh perempuan yang ada di sekolah kita, di kampus kita, di kantor kita, atau di kampung kita…apakah lantas kita juga akan menjadikan mereka sebagai pacar kita semua??? Tidak masuk logikakan alasan semacam ini! Kalau lantas kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada niatnya (Pacaran yang niatnya untuk dakwah islam). Eittt…tunggu dulu! Niat itu nggak berhenti sampai di situ aja. Niat itu harus diluruskan, LURUSKAN NIAT! Maksudnya adalah, niat untuk melakukan kebaikan ya harus dilakukan dengan cara yang lurus atau benar (sesuai dengan syariat), bukan dengan cara yang buruk atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Kalau niat baik dilakukan dengan cara yang batil, itu namanya melenceng! Sama aja seperti ini, “apakah niat menyumbang ke Masjid itu diperbolehkan manakala uangnya diperoleh dari hasil merampok?”, ya jelas aja ga boleh. Itu namanya mencampur adukkan antara yang hak dengan yang batil, dan Allah swt telah melarang hal tersebut, sebagaimana firman Allah yang artinya: "Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui." (QS al-Baqarah [2] : 42). Dari sini semakin jelas bahwa pacaran dilarang di dalam Islam. Dan tidak ada dakwah Islam yang dilakukan dengan metode pacaran, karena nanti jatuhnya bukan dakwah Islam lagi, melainkan MENDEKATI ZINA, dan Rasulullah saw pun tidak mencontohkan cara-cara yang demikian. Dakwah islam Islam adalah perkara suci yang ditujukan hanya untuk Allah swt. Maka jalankanlah dengan cara-cara suci yang diridhoi oleh Allah swt, bukan dengan jalan batil yang justru akan menodai nama dakwah Islam dan menimbulkan murka Allah swt. Wallahua’lam bishshowab Sumber : www.lingkarcahaya.com |
Friday, October 19, 2012
Jadi ikhwan jangan Cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya melankolis.
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir. .
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir. .
Leher saudaranya mau dipelintir!
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan. .
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..
Oh noo…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya…
Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…
Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…
Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama…?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”
“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”
“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”
“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”
“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”
Aamiin Allahumma aamiin
Sumber : salah satu materi mentoring
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya melankolis.
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir. .
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir. .
Leher saudaranya mau dipelintir!
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan. .
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..
Oh noo…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya…
Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…
Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…
Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama…?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”
“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”
“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”
“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”
“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”
Aamiin Allahumma aamiin
Sumber : salah satu materi mentoring
Agar Lebih Dicintai Allah
Nama eBook: Agar Lebih Dicintai Allah
Penulis: Syaikh Abdur Rohman bin Nasir As-Sa’di رحمه الله
Pengantar:
Agar Lebih Dicintai Allah
atau 
Sumber : ibnumajjah.wordpress.com/2012/10/17/agar-lebih-dicintai-allah/
Penulis: Syaikh Abdur Rohman bin Nasir As-Sa’di رحمه الله
Pengantar:
Segala Puji Bagi Allah Rabb semesta Alam. Kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita yang mulia Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Tiada dari kita yang tidak menginginkan agar Allah ta’ala mencintai kita, untuk mencapai cinta ilahi tentulah kita harus menjalankan sebab-sebab-nya, salah satunya pada hadits berikut:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ. احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ. فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim)
Inilah penjelasan singkat penuh manfaat dari hadits tersebut, yang InsyaAllah kita dapat menghayati dan mengamalkannya kita akan dapat mencapai cinta Allah ta’ala, amin..
Download:Agar Lebih Dicintai Allah
Sumber : ibnumajjah.wordpress.com/2012/10/17/agar-lebih-dicintai-allah/
Faktor-faktor Pasang Surutnya Iman
Nama eBook: Faktor-faktor Pasang Surutnya Iman
Penulis: Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq al-Badr خفظه الله
Pengantar:
Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, kemudian semoga shalawat dan salam terlimpah kepada nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم beserta keluarganya, semua sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Mengenal faktor-faktor kembang kempisnya iman sangatlah penting bagi seorang hamba sebab iman adalah kunci kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Maka hendaknya setiap hamba yang ingin meraih kebahagiaan berupaya serius untuk mengetahui faktor-faktor bertambahnya iman lalu merealisasikannya dalam kehidupan ini sehingga imannya semakin mengakar dalam hati. Sebaliknya, hendaknya dia mengetahui faktor-faktor perusak iman agar dia terhindar darinya dan selamat dari kubang kesengsaraan.
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di رحمه الله berkata, “Seorang hamba yang beriman selalu berusaha menerapkan dua hal:
Pertama: Menguatkan fondasi-fondasi keimanan dan cabangnya dengan mengilmui dan me-ngamalkannya.
Kedua: Berusaha semaksimal mungkin untuk menangkis segala hal yang dapat mengotori imannya dan berusaha untuk mengobatinya sebelum terlambat.”
Berikut dalam eBook ini akan dijelaskan beberapa faktor tersebut secara ringkas, semoga kita dapat mengambil pelajaran, amin..
Download:Faktor-faktor Pasang Surutnya Iman
Sumber : http://ibnumajjah.wordpress.com/2012/10/08/faktor-faktor-pasang-surutnya-iman/
Keajaiban Ayat Kursi
Nama eBook: Keajaiban Ayat Kursi
Penulis: Syaikh Abdurrozzaq al-Abbad al-Badr خفظه الله
Pengantar:
Keajaiban Ayat Kursi
atau 
Sumber : http://ibnumajjah.wordpress.com/2012/10/15/keajaiban-ayat-kursi/#more-3492
Penulis: Syaikh Abdurrozzaq al-Abbad al-Badr خفظه الله
Pengantar:
Alhamdulillah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Ayat Kursi sungguh amat besar dan tinggi kemuliaannya. Tidak ada satu ayat pun yang bisa menandinginya, seperti yang disebutkan hadits yang shahih:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: قُلْتُ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ قَالَ: فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ: وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ
Dari Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه dia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bertanya, ‘Hai Abu Mundzir (panggilan Ubay bin Ka’ab, Ed.), tahukah kamu ayat al-Qur’an yang menurutmu paling agung?’ Saya (Ubay bin Ka’ab) menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya lagi, ‘Hai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat al-Qur’an yang menurutmu paling agung?’ Saya menjawab, ‘Yaitu ayat yang berbunyi: Dialah Allah tiada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri.’ (QS. al-Baqarah [2]: 255). Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم menepuk dada saya sambil berkata, ‘Demi Allah, ilmumu sungguh dalam hai Abu Mundzir.” (HR. Muslim no. 810)Bagimana ayat ini menjadi semulia ayat dalam al-Qur’an?, Bagimana tafsir ayat ini? dan kapan-kapan saja disunnahkan membacanya?, temukan jawabannya dalam eBook ini…
Download:Keajaiban Ayat Kursi
Sumber : http://ibnumajjah.wordpress.com/2012/10/15/keajaiban-ayat-kursi/#more-3492
Islamic e-book
Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi – Terjemah Shahih Muslim {al-Jami ash-Shahih} Jilid 1 [7.5 MB | download | mirror], Jilid 2 [7 MB | download], Jilid 3 [6.5 MB | download], Jilid 4 [6.6 MB | download], Jilid 5 [6.2 MB | download], Jilid 6 [7.5 MB | download] | |
Abu Hasan al-Asy’ari – al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah [2.9 MB| download] | |
Abu Muhammad al-Barbahary – Syarhus Sunnah [1 MB | download] | |
Abu Hamid al-Ghazali – Mutiara Ihya Ulumuddin {Mukhtashar Ihya ‘Ulumuddin} [baca] | |
Zakiyuddin al-Mundziri – Ringkasan Shahih Muslim {Mukhtashar Shahih Muslim} [baca] | |
Abu Zakariya an-Nawawi – Hadits Arba’in [338 KB | download] | |
Abu Zakariya an-Nawawi – Keutamaan Membaca & Mengaji al-Qur’an {at-Tibyan fil Adabi Hamalatil Qur’an} [425 KB | Download | mirror] | |
Abu Zakariya an-Nawawi – Syarah Shahih Muslim, Jilid 1 [51.8 MB | download] | |
al-Izz bin Abdussalam – Jihad Sepanjang Zaman, Hukum Jihad dan Keutamaannya [baca] | |
Ibnu Taimiyah – Baik dan Buruk {al-Hasanah wa al-Sayyiah} [baca] | |
Ibnu Taimiyah – Kumpulan Do’a dan Dzikir Nabawi {al-Kalimu ath-Thayyib [8.2 MB | download] | |
Ibnu Taimiyah – Etika Amar Ma’ruf Nahi Munkar [baca] | |
Ibnu Taimiyah – Hijab Muslimah dalam Shalat [download] | |
Ibnu Taimiyah – Kaidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah {Qoidatu Ahlussunnah wal Jama’ah} [3.6 MB | download] | |
Ibnu Taimiyah – Risalah Bai’at {Nasihah Dzahabiyah ila al-Jama’at al-Islamiyah} [6.3 MB | download] | |
Abu Abdillah adz-Dzahabi – Dosa-dosa Besar {al-Kabaair} [17 MB | download] | |
Ibnul Qayyim al-Jauziyah - Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan {Kasyful Ghithaa’ ‘An Hukmi Samaa’il Ghinaa’} [24.8 MB | download] | |
Ibnul Qayyim al-Jauziyah – Qadha & Qadar [39.3 MB | download] | |
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah – Tamasya Ke Syurga {Hadi al-Arwah Ila Bilad al-Afrah} [5.7 MB | download] | |
Ibnu Katsir – al-Bidayah wa an-Nihayah – bab Khulafaur Rasyidin [42.2 MB | download] | |
Ibnu Katsir – Tafsir Ibnu Katsir {Tafsir al-Qur’anul ‘Azhim}, Juz 1 [download], Juz 2 [18.5 MB | download], Juz 3 [17 MB | download], Juz 4 [14.8 MB | download], Juz 5 [download], Juz 6[7.2 MB | download], Juz 7 [18 MB | download], Juz 8 [5.2 MB | download], Juz 9 [17.6 MB | download] | |
Zainuddin az-Zabidi – Ringkasan Shahih Bukhari {Mukhtashar Shahih Bukhari} [baca] | |
Jalaluddin as-Suyuthi – Asbabun Nuzul, Sebab-sebab Turunnya Ayat-ayat al-Quran {Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul} [baca] | |
Muhammad bin Abdul Wahhab – Menyingkap Kebathilan Penentang Tauhid {Kasyfusy Syubuhat} [3.6 MB | download] | |
Muhammad bin Abdul Wahhab – Tiga Landasan Utama {Ushul Tsalasa} [2.2 MB | download] | |
Muhammad bin Ismail ash-Shan’ani – Perbedaan Ulama Salaf & Khalaf Tentang Keabadian Neraka {Raf’ul Astar li Ibthali al-Qailin bi Fana’ an-Nar} [10.4 MB | download] | |
Abbas as-Sisi – Bagaimana Menyentuh Hati {al-Thariq ila al-Qulub} [download] | |
Abdul Akhir Hammad al-Ghunaimi – Tahdzib Syarh ath-Thahawiyah [7.3 MB | download] | |
Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan – Sorotan Total Ulama Salaf {Kutubun, Akhbarun, Rijalun, Ahaadits Tahtal Mihjar} [8.2 MB | download | mirror] | |
Abdul Hamid al-Bilaly – Saudariku, Apa yang Menghalangimu Untuk Berjilbab [download] | |
Abdul Qadim Zallum – Demokrasi Sistem Kufur {ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr} [459 KB | download] | |
Abdul Qadim Zallum – Keniscayaan Benturan Peradaban {Hatmiyyah Shira al-Hadharat}{ [381 KB | download] | |
Abdul Qadir bin Abdul Aziz – Kelengkapan dalam Menuntut Ilmu Syar’i {al-Jami’ fi Thalabil ‘Ilmi asy-Syarif} [6.6 MB | download] | |
Abdul Qadir bin Abdul Aziz – Kafir Tanpa Sadar [1.2 MB | download] | |
Abdul Qadir bin Abdul Aziz – Terorisme Dalam Timbangan Islam {al-Irhabu Minal Islam} [402 KB | download] | |
Abdullah Azzam – Masa Depan Islam [download] | |
Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin – Malapetaka Akhir Zaman [614 KB | download] | |
Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq – Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir {Lubabut Tafsir min Ibnu Katsir}, al-Fatihah – al-Baqarah 90 [37 MB | download], al-Baqarah 91-197 [40.4 MB | download], al-Baqarah 198-286 [39 MB | download], Jilid 2 [baca], Jilid 3, Jilid 4 [baca], Jilid 5 [baca], Jilid 6, Jilid 7, Jilid 8 [baca] | |
Abdur Rahman al-Jami’ – Pintu-pintu Pahala dan Penghapus Dosa [download] | |
Abdurrahman bin Abdul Khaliq – Harakah Jihad Ibnu Taimiyah {Masyuiyyah al-Jihad al-Jama’i & Ibnu Taimiyah wal Amal al-Jama’i} [2.7 MB | download] | |
Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di – Meraih Hidup Bahagia { al-Wasail al-Mufidah lil-Hayati as-Saidah} [2.2 MB | download] | |
Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah – Virus-virus Ukhuwah [1 MB | download] | |
Abu Isra’ al-Asyuthi – Khawarij Gaya Baru {Waqafaat Ma’a Syaikh al-Albani} [765 KB | download] | |
Abu Jandal al-Azdi – Kisah Orang-orang Buron dalam Islam [891 KB | download] | |
Abu Muhammad ‘Ashim al-Maqdisy – Dialog Tentara Tauhid dan Tentara Syirik [310 KB | download] | |
Abu Muhammad ‘Ashim al-Maqdisy – Kepada Mereka yang Buron dan Tertawan {La Tahzan Innallaha Ma’ana} [298 KB | download] | |
Abu Muhammad ‘Ashim al-Maqdisy – Menyingkap Kerancuan Berpikir Murji’ah Kontemporer [1 MB | download] | |
Abu Muhammad ‘Ashim al-Maqdisy – Mewaspadai Sikap Ekstrim dalam Takfir {al-Ghuluw fi Takfir} [2.2 MB | download] | |
Abu Mush’ab al-Zarqawi – Joint With A Caravant {Ilhaq Bil Kafilah} [472 KB | download] | |
Abu Qatadah al-Filisthini – Ma’alim ath-Thaifah al-Manshurah [315 KB | download] | |
Abul A’la al-Maududi – Asas-asas Akhlak bagi Harakah Islamiah [399 KB | download] | |
Abul A’la al-Maududi – Cara Hidup Islam [230 KB | download] | |
Abul A’la al-Maududi – Dasar-dasar Islam [762 KB | download] | |
Abul A’la al-Maududi – Proses Revolusi Islam [250 KB | download] | |
Abul A’la al-Maududi – Syahadatul Haq [183 KB | download] | |
Ahmad al-Khani – Ringkasan al-Bidayah wan Nihayah {Mukhtashar al-Bidayah wa an-Nihayah} [20 MB | download] | |
Ahmad bin Mustafa al-Farran – Tafsir al-Imam asy-Syafi’i, Jilid 1 [26 MB | download] | |
Aidh al-Qarni – Malam Pertama di Alam Kubur [4 MB | download] | |
Amru Abdul Mun’im Salim – Ulumul Hadits Untuk Pemula [720 KB | download] | |
Fathi Yakan – Bagaimana Menyeru Kepada Islam [download] | |
Fathi Yakan – Apa Artinya Saya Menganut Islam [802 KB | download] | |
Fathi Yakan – Rintangan Perjuangan Pendakwah [575 KB | download] | |
Fathi Yakan – Generasi Muda dan Perubahan [841 KB | download] | |
Fathi Yakan – Isti’ab, Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah [download] | |
Fathi Yakan – Ke Arah Kesatuan Gerakan Islam [309 KB | download] | |
Hamdi bin Hamzah Abu Zaid – Munculnya Ya’juj & Ma’juj di Asia [baca] | |
Hasan al-Banna – al-Ma’tsurat [5.2 MB | download] | |
Hasan al-Banna – Allah Dalam Aqidah Islamiyah [512 KB | download] | |
Hasan al-Banna – Antara Semalam dan Hari Ini {Bainal Amsi wal Yaum} [332 KB | download] | |
Hasan al-Banna – Detik-detik Hidupku [download] | |
Hasan al-Banna – Himpunan Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin {Majmu’atur Rasail} [1.7 MB | download] | |
Hasan al-Banna – Syarah Ushul Isyrin [download] | |
Hasan al-Banna – Usrah dan Dakwah [438 KB | download] | |
Husain bin Audah al-Awayisyah – Adzab dan Nikmat Kubur [933 KB | download] | |
Husain Muhammad Syamir – 31 Sebab Lemahnya Iman [5.7 MB | download] | |
Ibnu Qudamah An-Najdi – Jawaban Seputar Masalah-masalah Jihad {Kasyful Litsam ‘an Dzirwati Sanamil Islam} [951 KB | download] | |
Jamil Abdullah Muhammad al-Mishri – Zallaqah, Pertempuran Sengit di Andalusia {Zallaqah Ma’rakatun min Ma’arik al-Islam al-Hasimah fi al-Andalus} [1.8 MB | download] | |
Jasim Muhalhil – Ikhwanul Muslimin, Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan [353 KB | download] | |
Majdi Muhammad asy-Syahawi – Terputusnya Wahyu dari Langit [2.6 MB | download] | |
Muhammad Ahmad al-Rasyid – al-Muntalaq [761 KB | download] | |
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Darah Kebiasaan Wanita {Risalah fi ad-Dima’ ath-Thabi’iyyah lin Nisa’} [392 KB | download] | |
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Ilmu Waris {Tashil al-Faraidh} [10 MB | download] | |
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Prinsip Ilmu Ushul Fiqih {al-Ushul min ‘Ilmil Ushul} [739 KB | download] | |
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Qadha dan Qadar {al-Qadha’ wa al-Qadar} [1.3 MB | download] | |
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Syarah Ushul Iman [1.7 MB | download] | |
Muhammad bin Shalih al-Munajjid – Dosa-dosa yang Dianggap Biasa [2.6 MB | download] | |
Muhammad Jamil Zainu – Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat [download] | |
Muhammad Mustafa al-A’zami – Sejarah Teks al-Quran [2.3 MB | download] | |
Muhammad Qutb – Salah Paham Terhadap Islam [604 KB | download] | |
Mustafa Masyhur – Jalan Dakwah [488 KB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Cincin Pinangan {Adab az-Zafaf fi as-Sunnah al-Muthahharah} [2.1 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Hadits Sebagai Landasan Aqidah dan Hukum [download] | |
Nashiruddin al-Albani – Haji Nabi {Hajjatu an-Nabi Kama Rawaha ‘Anhu Jabir} [7 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Ringkasan Shahih Muslim {Mukhtashar Shahih Muslim} – Jilid 1 [30 MB | download], Jilid 2 [19.2 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Irwa al-Ghalil [10.2 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Nabi Isa ‘alaihis Salam vs al-Masih ad-Dajjal {Qishah al-Masih ad-Dajjal Ulanuzuli Isa ‘Alaihissalam Waqatlihi Iyyahu} [14.5 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Pertanyaan Seputar Shalat Jum’at {al-Ajribatun Nafi’ah ‘an Asilati Lajnati Masjidil Jami’ah} [4.6 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Risalah Ilmiah Albani {Maqaalat Albani} [10.4 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Shahih al-Adab al-Mufrad li al-Bukhari – [1.58 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Shahih al-Jami’ ash-Shaghir li as-Suyuthi – Jilid 1 [29 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Shahih at-Targhib wa at-Tarhib li al-Mundziri – Jilid 1 [21.3 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Shahih Sunan Tirmidzi, Jilid 1 [33.5 MB | download], Jilid 2 [34 MB | download], Jilid 3 [13.3 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Silsilah al-Ahadits adh-Dhaifah wa al-Maudhu’ah [1.2 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah – Jilid 2 [18 MB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Tanya Jawab Memahami Isi al-Qur’an [821 KB | download] | |
Nashiruddin al-Albani – Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah {Ahkamul Janaiz} [26 MB | download] | |
Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani – Kumpulan Do’a dalam al-Qur’an & Sunnah {Hisnul Muslim} [1 MB | download | mirror] | |
Said Hawwa – Tazkiyatun-nafs Imam al-Ghazali [27 MB | download] | |
Sa’id Ramadhan al-Buti – Fiqh Sirah – Jilid 1 [879 KB | download] | |
Sa’id Ramadhan al-Buti – Sirah Nabawiyah [download] | |
Safar al-Hawali – Membongkar Strategi AS Menguasai Timur Tengah {Wa’du Kissinger} | |
Safiyurrahman al-Mubarakfury – Sirah Nabawiyah {al-Rahiq al-Makhtum} [1.5 MB | download] | |
Salim bin ‘Ied al-Hilaly – Sifat Shaum Nabi [394 KB | download] | |
Salim bin ‘Ied al-Hilaly – Wasiat Ulama-ulama Terdahulu {Min Washayash Salafy} [690 KB | download] | |
Salman bin Fahd al-Audah – Uzlah Jalan Terakhir {al-Uzlah wal Khulthah} [download] | |
Salman bin Fahd al-Audah – Shifatul Ghuraba, al-Firqatun Najiyah, wa ath-Thaifah al-Manshurah [568 KB | download] | |
Sayyid Quthb – Beberapa Studi Tentang Islam [682 KB | download] | |
Sayyid Quthb – Haza ad-Dien [514 KB | download] | |
Sayyid Quthb – Fiqh Dakwah dalam al-Qur’an [download] | |
Sayyid Quthb – Fi Zhilalil Qur’an [download], Jilid 1 [baca], Jilid 2 [baca], Jilid 5 [baca], Jilid 6 [baca], Jilid 7 [baca], Jilid 8 [baca], Jilid 10 [baca], Jilid 11 [baca], Jilid 12 [baca], Jilid 24 [baca], | |
Sayyid Sabiq – Fiqhus Sunnah – Jilid 1 [671 KB | download], Jilid 14 [download] | |
Shalih bin Fauzan al-Fauzan – al-Wala’ wal Bara’ fil Islam [2.5 MB | download] | |
Shalih bin Fauzan al-Fauzan – Syarh al-Qawa’id al-Arba’ [2.5 MB | download] | |
Sulaiman bin Nashir bin Abdullah al-Ulwan – Penjelasan 10 Pembatal Keislaman {at-Tibyan Syarhu Nawaqidhil Islam} [4 MB | download] | |
Sulaiman bin Nashir al-’Ulwan – Pertolongan Allah Telah Dekat {Ala Inna Nashrallahi Qarib} [download] | |
Taqiyuddin an-Nabhani – ad-Daulah al-Islamiyah [4.5 MB | download] | |
Taqiyuddin an-Nabhani – asy-Syakhsiyah al-Islamiyah [1.85 MB | download] | |
Taqiyuddin an-Nabhani – Nizham al-Islam [1.1 MB | download] | |
Taqiyuddin an-Nabhani – Nizham al-Ijtima’i fi al-Islam [2.4 MB | download] | |
Umar Sulaiman al-Asyqar – Kisah-kisah Shahih Dalam al-Qur’an dan as-Sunnah [2.1 MB | download] | |
Utsman bin Abdurrahman at-Tamimi – Deklarasi Daulah Islam Irak {I’lamul Anam bi Miladi Daulatul Islam} [1 MB | download] | |
Walid bin Muhammad Nubaih – Syarah Ushulus Sunnah [3.3 MB | download] | |
Yusuf al-Qardhawi – Menghafal al-Quran [253 KB | download] | |
Harun Yahya – Keruntuhan Teori Evolusi [879 KB | download] | |
Harun Yahya – Bangsa Musnah | |
Abu Ibrahim Muhammad Daud – The Secret of Jihad Moro [3.1 MB | download] | |
Abu Fatiah al-Adnani – Fitnah dan Petaka Akhir Zaman [baca] | |
Adian Husaini – Hermeneutika dan Tafsir al-Quran [baca] | |
Adian Husaini – Penyesatan Opini: Sebuah Rekayasa Mengubah Citra [baca] | |
Adian Husaini – Wajah Peradaban Barat [baca] | |
Adian Husaini, Nuim Hidayat & Faizah Soenoto Rivai – Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabannya [baca] | |
Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi – Meraih Kemuliaan Melalui Jihad, Bukan Kenistaan [20.6 MB | download] | |
Firdaus AN – Dosa-dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru [16.3 MB | download] | |
Hafidz Abdurrahman – Ulumul Quran Praktis [2.4 MB | download] | |
HAMKA – Tafsir al-Azhar, Juz 30 [3.7 MB | download] | |
Hartono Ahmad Jaiz – Ada Pemurtadan di IAIN [696 KB | download] | |
Hartono Ahmad Jaiz – Menangkal Bahaya JIL dan FLA [3.5 MB | download] | |
Luthfi Bashori – Musuh Besar Umat Islam [baca] | |
Moenawar Chalil – Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Jilid 1 [baca], Jilid 2 [baca], Jilid 3 [baca], Jilid 4 [baca], Jilid 5 [baca], Jilid 6 [baca] | |
Toto Tasmara – Dajjal dan Simbol Setan [586 KB | download] | |
Umar Abduh – Konspirasi Intelijen dan Gerakan Islam Radikal [703 KB | download] | |
Yazid bin Abdul Qadir Jawas - Kedudukan Jihad dalam Syari’at Islam [4.9 MB | download] | |
ZA Maulani – Zionisme Gerakan Menaklukkan Dunia [1.7 MB | download] |
Subscribe to:
Posts (Atom)

